Bengkalis Jadi Program Kluster Kemaritiman BI


riaupotenza.com
Foto bersama

BANTAN (RPZ)  – Untuk menggali potensi kemaritiman di wilayah Pesisir, Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Siti Astiyah berkunjung ke Desa Teluk Pambang, Sungai Rambai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Rabu (11/7/2018).

Siti Astiyah tiba di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan sekitar pukul 09.00 WIB dalam agenda pembukaan pelatihan pengelolaan ikan rucah menjadi tepung dan pakan ternak, dalam rangka pengembangan potensi ekonomi kemaritiman kepada Kelompok Nelayan Sungai Rambai. Kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 11-12 Juli 2018.

Dalam pencapaian target dari kegiatan ini, BI bersinergi dengan Koperasi Prod. Generasi Mandiri (Kop.GM) dalam mencanangkan program klaster Kemaritiman. Undangan yang hadir dalam pembukaan kegiatan pelatihan tersebut terdiri dari Kepala Desa Teluk Pambang dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bengkalis, tokoh masyarakat setempat serta Ketua Asosiasi Pakan Mandiri Nasional sebagai narasumber dalam pelatihan ini.

Siti Astiyah dalam sambutannya mengatakan, dalam agenda pelatihan ini diharapkan bisa memberikan ilmu kepada masyarakat tentang tata cara mengolah limbah hasil penangkapan ikan. Dimana selama ini limbah ini tidak bermanfaat dan tidak memiliki nilai ekonomis untuk diupayakan menjadi limbah yang bernilai ekonomis.

“Perlu diketahui juga, Riau memiliki potensi ikan sangat besar sekali, mengolah limbah hasil penangkapan yang sama sekali tidak memiliki nilai ekonomis, menjadi bernilai ekonomis dan memiliki dampak yang positif. Pertama, dari sisi ekologi dan environmen serta lingkungan. Kedua, meningkatkan sumber pendapatan keluarga, ketiga mengikutsertakan ibu rumah tangga, maka bisa meningkatkan kemampuan wanita dalam pendapatan masyarakat dan keluarga, jika satu orang bapak saja yang bekerja, maka dirasakan tidak tercukupi kebutuhan ibu-ibu, sehingga ini nantinya diharapkan ada nilai tambah positif untuk kesejahteraan keluarga,” katanya.

Hari ini hampir semua orang di Provinsi Riau ini tahu jika di Bengkalis terutama di Desa Teluk Pambang adalah penghasil ikan dan udang terbesar. Melalui momen populernya Bengkalis ini, sambungnya, maka BI berupaya membantu pelatihan pengelolaan ikan rucah menjadi tepung dan pakan ternak, dalam rangka pengembangan potensi ekonomi kemaritiman kepada kelompok nelayan Sungai Rambai, Desa Teluk Pambang.

“Kita ingin merealisasikan populernya Bengkalis di level pusat ini melalui pelatihan ini, dimana akan dibantu selama dua hari untuk pelaksanaan pelatihan pengelolaan ikan rucah menjadi tepung dan pakan ternak, dalam rangka pengembangan potensi ekonomi kemaritiman kepada kelompok nelayan,” terangnya.

Pada pengarahannya, Siti menjelaskan, pelatihan melalui limbah ini mudah-mudahan bisa dipakai dan dimanfaatkan secara baik.pmc