Ayo, Lindungi Keluarga dari Bahaya Narkoba


riaupotenza.com
Wako Dumai memukul gong saat peringatan HANI.

DUMAI (RPZ) - Wali Kota Dumai H Zulkifli AS menegaskan, saat ini penyalahgunaan Narkoba di Kota Dumai sangat mengkawatirkan. Bahkan, sasarannya sampai ketingkat pelajar SMA hingga Sekolah Dasar (SD).  Untuk itu, apa yang disampaikan Presiden RI terkait perang terhadap narkoba ini bukan life Service saja, tapi keseriusan perang narkoba harus dilakukan. 

''Perang terhadap narkoba harus digemakan. Apalagi di Dumai, peredaran narkoba bahkan sudah masuk hingga dikalangan siswa mulai SMA sederajat, SMP bahkan tingkat Sekolah Dasar. Tentunya, sebagai orag tua, resah dengan kondisi ini. Ditambahkan lagi, berbagai persoalan kenakalan remaja lainnya seperti tawuran, Seks bebas dan narkoba. Satu kata, perang terhadap Narkoba harus gencar dilakukan,'' ujar Zulkifli AS disela sela puncak peringatan Hari Anti NArkotika Internasional (HANI) yang dilaksanakan di gedung Sri Bunga Tanjung Pendopo Dumai, Kamis (12/7/2018) kemarin.

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2018 di Kota Dumai ini sendiri bertemakan, menyatukan dan menggerakkan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan narkoba, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba. Turut hadir forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Dumai, Dandim 0320 Dumai, Polres Dumai, Kepala Satpol PP Bambang Wardiyo, Kepala Dispora Kota Dumai H Fauzi Efrizal dan sejumlah undangan lainnya.

Walikota Dumai H Zulkifli AS berharap, kiranya penyuluhan terhadap bahaya Narkoba ini terus dilakukan, tidak hanya dari BNN, tetapi juga semua pihak. '' Karena keterbasan BNN itu pula, perlu ada keterlibatan semua pihak, baik itu dari Kepolisian, TNI, Camat, Lurah, dan organisasi lainnya. Setidaknya, untuk anak -anak sekolah Sosialisasi ini dapat dilakukan minimal 1 bulan sekali di tiap kelurahan,'' harap Zul AS. 

Sosialisais bahaya penyalahgunaan narkoba ini juga,  kata Zul AS sebaiknya dimulai dari linkungan Rukun Tetangga (RT) dengan libatkan tokoh masyarakat. ''Lingkungan RT ini perlu dijaga, agar terbebas dari pengaruh atau masuknya Narkoba dilingkungan tersebut, terutama lingkungan Keluarga,'' imbuhnya.

Sementara Ketua BNN Kota Dumai AKPB Tamrin menjelaskan, puncak HANI kegiatan HANI di kota Dumai memang agak telat dilaksanakan. ''Harusnya puncak HANI dilaksanakan 26 Juni lalu, mengingat momen hari Raya Idul Fitri, akhirnya ditundak,'' jelasnya.

Terkait perang terhadap Narkoba, ketua BNN Dumai ini juga menegaskan, kalau seluruh umat mausia di dunia menggelorakan semagat melawan narkoba. Apalagi, penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan luar biasa dan dapat melumpuhkan kekuatan bangsa. Apalagi, indonesia yang terbuka menjadi pangsa pasar, karena banyaknya pintu masuk ilegal, termasuk  banyaknya permintaan dan mahalnya harga menjadi pangsa pasar bagi jaringan narkoba internasional. 

Ketua BNN Dumai ini mengatakan, jaringan merupakan sindikat terorganisir, dan rapi pencegahan harus dilakukan secara bersama dan komprehensif, pada survey dari 37 provinsi di tahun 2017 angka penyalahgunaan 1,77 persen dari total penduduk indonesia dengan usia 10 sampai 50 tahun. 

''Penyalahgunaan semakin meningkat tidak haya anak-anak tapi seluruh lapisan masyarakat dan jabatan, muncul jenis jenis narkoba baru menjadi hambatan dalam memahami peredaran narkoba.  Untuk itu, diperlukan penanggulangan dengan bekerjasama, penambahan personel dan anggaran, tindakan memberikan kekebalan terhadap masyarakat, juga pendekatan hukum yang tegas dan terukur, pengurangan dampak buruk penggunaan narkoba dan lainnya,'' kata Kepala BNN Dumai AKBP Thamrin.mdi