Tiga Oknum Polisi Dipecat


riaupotenza.com
Inilah acara sidang kode etik pemecatan 3 personil yang dipimpin Wakapolres Rohil, Kompol DR Wawan SH, Selasa (10-7).

UJUNGTANJUNG (RPZ) — Setelah melalui beberapa proses tahapan sidang kode etik, Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH diwakili Wakapolres Rohil Kompol DR Wawan SH MH, melakukan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat ( PDTH ) terhadap tiga oknum personil polisi bermasalah.

Sidang kode etik dengan agenda putusan itu dilaksanakan pada Selasa (10/7) sekira pukul 09.00 Wib di aula Tunggal Panaluan itu dipimpin oleh Wakapolres Rohil Kompol DR Wawan SH MH selaku Ketua Komisi, didampingi Kabag Sumda Kompol Rustam Efendi selaku Wakil ketua komisi didampingi Iptu Ruminto selaku Anggota Komisi, dengan Kasi Provos Polres Rohil Ipda L Simanihuruk SH selaku Penuntut, dengan Pendamping ( Pembela ) Bripka Parianto SH.

Tiga oknum Polisi yang di PDTH pada hari itu yakni, Bripka A. Rahim, Brigadir Hariyandes dan Brigadir Mahyuri. Dalam sidang itu, ketiga personil yang di PDTH itu tidak ikut hadir dalam pembacaan putusan tersebut, namun demikian sidang tetap berlanjut karena telah melalui prosedur dan ketentuan berlaku.

Wakapolres Rohil, Kompol DR Wawan SH MH, usai acara sidang menjelaskan, bahwa untuk Bripka A. Rahim, dengan NRP 84120281 Jabatan Ba Polres (d/h Ba Sat Sabhara) Kesatuan Polres Rohil. Pelanggaran yang dilakukan yaitu, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor : 418 / Pid.Sus / 2016 / PN.Rhl, tgl 22 November 2016, Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru Nomor : 14 / Pid. Sus / 2017 / PT.PBR, tanggal 08 Februari 2017 dan Petikan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1035 K / Pid.Sus / 2017, tgl 19 Juni 2017 terhadap Bripka A. Rahim telah memiliki putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan atas tindak pidana Tanpa Hak Memiliki, Menguasai Narkotika Golongan I Bukan Tanaman dan sedang menjalani pidana penjara tersebut di Cabang Rutan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir.  Pasal yang dilanggar :
Pasal 12 ayat (1) huruf a PPRI Nomor 1 Tahun 2003.

Sidang sdh dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu :
- sidang ke 1 : Senin 2 Juli 2018 , agenda sidang pembacaan sangkaan.
- sidang ke 2 : Jum,at 6 juli 2018 , agenda pemeriksaan saksi, pemeriksaan barang bukti.
- sidang ke 3 : Senin 9 juli 2018 agenda pembacaan tuntutan.
- sidang ke 4 : Selasa  10  Juli 2018 agenda sidang putusan. “Bripka A Rahim terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 12 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah No 1 tahun 2003 ttg pemberhentian anggota Polri. Dengan itu kami menjatuhkan sanksi untuk PDTH,” kata Wakapolres.

Selanjutnya, untuk Brihadir Hariyandes, NRP 85021215 Jabatan Ba Sat Lantas Polres Rohil. Pelanggaran yang dilakukan :

tidak masuk dinas atau tidak melaksanakan apel pagi dan apel siang di Sat Lantas Polres Rohil sejak tanggal 15 Januari 2018 s/d tanggal 03 Maret 2018 terhitung 40 hari kerja secara berturut-turut.sd 10 juli 2018 adalah 142 hari kerja secara berturut turut. Pasal yang dilanggar :
Pasal 14 ayat (1) huruf a PPRI Nomor 1 Tahun 2003.

Sidang sdh dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu
- sidang ke 1 : senin 2 juli 2018 , agenda sidang pembacaan sangkaan.
- sidang ke 2 : jum,at 6 juli 2018 , agenda pemeriksaan saksi, pemeriksaan barang bukti.
- sidang ke 3 : senin 9 juli 2018 agenda pembacaan tuntutan
- sidang ke 4 : selasa  10  Juli 2018 agenda  membacakan putusan sidang. “Brigadir Hariyandes telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 14 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah No 1 tahun 2003 ttg pemberhentian anggota Polri. Maka kami menjatuhkan sanksi untuk PTDH,” papar Wawan.

Terakhir, lanjut Wakapolres, untuk Brigadir Mahyuri, NRP 85052008 Jabatan Ba Sat Sabhara Polres Rohil. Pelanggaran yang dilakukan dengan tidak masuk dinas atau tidak melaksanakan apel pagi dan apel siang di Sat Sabhara Polres Rohil sejak tanggal 18 Januari 2018 s/d tanggal 03 Maret 2018 terhitung 37 hari kerja secara berturut-turut. Sampai dengan 10 juli 2018 adalah 139 hari kerja secara berturut turut. Pasal yang dilanggar Pasal 14 ayat (1) huruf a PPRI Nomor 1 Tahun 2003.

Sidang sdh dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu
- sidang ke 1 : Senin 2 juli 2018 , agenda sidang pembacaan sangkaan.
- sidang ke 2 : Jum,at 6 juli 2018 , agenda pemeriksaan saksi, pemeriksaan barang bukti.
- sidang ke 3 : Senin 9 juli 2018 agenda pembacaan tuntutan
- sidang ke 4 : Selasa  10  Juli 2018 agenda membacakan putusan sidang. “Untuk Brigadir Mahyuri ini juga terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 14 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah No 1 tahun 2003 ttg pemberhentian anggota Polri. Maka kami juga menjatuhkan sanksi direkomendasikan untuk PTDH,” jelas Wakapolres.

Orang nomor dua di jajaran Sat Mapolres Rohil ini menjelaskan, bahwa selama 8 bulan ia bertugas di Polres Rohil sudah 10 personil yang dipecat olehnya. “Kedepan, jika masih ada personil kita yang bandel, maka saya tidak akan saya beri ampun, tentunya akan saya pecat juga,” tegasnya.

Menurutnya, bahwa Polisi merupakan pengayom, pelindung dan melayani masyarakat. “Apabila oknum Polisi itu tidak menjalankan amanah itu dengan baik, maka akan saya kembalikan sebagai masyarakat biasa seperti yang saya lakukan pada hari ini dan pada bulan-bulan sebelumnya,” tutup Kompol Wawan.fen.