PKS Uraikan Kronologi Batal Sumbang Hadiah untuk NU Award


riaupotenza.com

JAKARTA (RPZ) – Ketua Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur, Arif Hari Setiawan, tidak mempersoalkan satu unit mobil yang semula disiapkan untuk disumbangkan sebagai hadiah NU Award dikembalikan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama setempat. "Kami manut para masyaikh dan kiai," katanya kepada VIVA pada Selasa, 10 Juli 2018.

Dia menjelaskan, sebelum ramai jadi polemik, ada jalinan komunikasi antara PKS dengan pengurus NU Jatim soal hadiah itu. Arif mengatakan mobil sudah siap. "Mobilnya sudah siap dan rencananya mau diserahkan [secara] silent (tidak disampaikan ke publik)," katanya.

Pada Minggu, 8 Juli, sehari sebelum hari penyerahan hadiah kepada pemenang NU Award, muncul kabar bahwa ada dua unit mobil hadiah sumbangan dari Gerindra dan PKS disiapkan. Sejak itulah di kalangan NU Jatim muncul polemik terkait hadiah mobil dari PKS.

Pagi sebelum acara halalbihalal dan pengumuman pemenang NU Award, Arif mengaku bertemu dengan Ketua NU Jatim, Hasan Mutawakkil Alallah. "Kiai menyampaikan bahwa ada reaksi dan beliau minta maaf kalau sumbangan dari kami tidak disampaikan sebagai hadiah, tapi dialihkan untuk manfaat lain, jadi operasional PW NU," ujar Arif.

Berusaha Legowo

Arif tak mempermasalahkan itu dan berusaha ikhlas. Menurutnya, niat PKS hanya menyumbang kepada NU, dipakai untuk apa pun tidak menjadi masalah. "Kami berusaha legowo walau saat halalbihalal tidak ikut naik panggung menyerahkan hadiah seperti partai-partai lain. Kami manut (taat) para kiai," katanya.

Pada Senin malam, Arif menerima telepon dari Sekretaris NU Jatim, Akhmad Muzakki. Dia menerima penjelasan bahwa sumbangan mobil dari PKS akan diganti oleh para kiai. Dia tak menyebut apakah artinya sumbangan dikembalikan. "Jadi, mulai dari pemakaian awal para kiai berkenan untuk mengganti," ujarnya.

Arif menyadari ada reaksi atas sumbangan yang diberikan PKS kepada NU Jatim itu dan berujung pada pengembalian. Tidak hanya dari warga NU, reaksi juga muncul dari kader PKS. "Ada reaksi dari kader kami sehingga para masyaikh dan kiai tidak berkenan. Kami laporkan itu ke Majelis Syuro agar kader kami yang bereaksi itu dinasihati," katanya.

Sebelumnya, Ketua NU Jatim, Hasan Mutawakkil Alallah, mengatakan bahwa sumbangan hadiah mobil dari PKS ditunda karena belum siap. "Karena belum siap mobilnya, jadi kita pending (ditunda). Tadi saya juga ketemu pengurus PKS, saya sudah minta maaf karena ditunda. Jadi, tidak ada masalah, lha wong Ketua PKS NU juga, kok," katanya.

Pemimpin Pesantren Zainul Hasan di Probolinggo itu mengatakan bahwa sejumlah partai politik biasa berkontribusi ketika NU mengadakan acara NU Award. "Kalau PKB dan Gerindra langganan. Setiap halalbihalal dan NU Award dilaksanakan, tanpa diminta, tanpa pakai surat, mereka menyumbang," ujar Mutawakkil.

NU Award adalah ajang penghargaan bergengsi tahunan di lingkungan NU Jatim. Minggu ini, tahapan NU Award sudah masuk penjurian grand final nominator dari tujuh kategori. Hingga berita ini ditulis, penjurian masih berlangsung di kantor NU Jatim. Pemenang diumumkan Senin, 9 Juli 2018, dalam acara halalbihalal.(rpz)