Diduga Penuh Rekayasa

Masyarakat Minta Pemilihan PAW Penghulu Diulang


riaupotenza.com
Masyarakat Kepenghuluan Darussalam, Kecamatan Sinaboi yang meminta pemilihan ulang PAW penghulu.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Pemilihan Penghulu pengganti antar waktu (PAW) Kepenghuluan Sinaboi telah berakhir pada 2 Juli lalu. Hal ini menyisakan ketidakpuasan masyarakat sehingga mereka menuntut dan meminta ulang pemilihan PAW Penghulu tersebut.

Pasalnya, pelaksanaan pemilihan PAW Penghulu di Darussalam syarat akan dugaan rekayasa. Baik dari pembentukan panitia oleh BPKep, hingga panitia diduga sengaja meloloskan Penghulu PAW terpilih Rahmad Afdah SHi, sementara tidak memenuhi syarat.

Sesuai dengan Perbup Nomor 09 tahun 2017 tentang pedoman teknis pemilihan Penghulu serentak. Seperti pada paragraf 1, bahwa persyaratan calon Datuk Penghulu Pasal 28 huruf f, tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki hukum tetap. Karena melakukan tindak pidana yang diancam paling singkat 5 tahun atau lebih, kecuali lima tahun telah selesai menjalani pidana penjara.

Kemudian, harus mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang bersangkutan pernah dipidana serta bukan pelaku kejahatan berulang-ulang.

Seperti dikatakan warga Darussalam, Siwalim kepada riaupotenza.com  akhir pekan lalu, bahwa dugaan rekayasa tersebut lantaran panitia, BPKep dan pemerintah desa dengan sengaja tidak melaksanakan musyawarah bersama tokoh masyarakat menentukan siapa yang berhak mempunyai hak pilih.

Lanjut Siwalim, berdasarkan Permendagri 65 tahun 2017, tentang perubahan atas peraturan Mendagri Nomor 112 tahun 2014 tentang Bab IVA pemilihan kepala desa antar waktu melalui musyawarah desa, pasal 47D.

Disebutkannya lagi, bahwa calon pertama ada tujuh kandidat, pertama Rahmad Afdah, Siwalim, Suriman, Jalaludin, Sugino, Asmadi dan Nurhayati. Kendati, pada seleksi pertama dua calon gugur dan seleksi kedua dua orang gugur. Jadi tinggallah tiga calon yang bertarung.

Bahkan, pemilihan yang seharusnya dilaksanakan di Kepenghuluan Darussalam, malah dilaksanakan di Kepenghuluan Sinaboi. Sehingga masyarakat tidak mengetahui persis pelaksanaan pemilihan penghulu tersebut.

Sementara itu, warga lainnya Jalaludin menyebutkan, bahwa pihak BPKep Darussalam telah membuat berita acara diduga rekayasa. Karena dari tanggal pembuatan berita acara pada 7 Mei, sementara pendaftaran baru dibuka pada 1 Juni. Itu artinya, panitia sendiri belum dibentuk.

Jalal yang kala itu menjabat sebagai kepala Dusun 01 Darussalam yang ikut mencalon juga mengaku, saat musyawarah tidak diikut sertakan sebagai tokoh masyarakat, karena saat itu dia masih menjabat sebagai kepala dusun.

“Kami meminta secara damai, tanpa gejolak agar pemerintah kabupaten segera melaksanakan pemilihan ulang. Jika tidak ada respon maka kami akan melaksanakan aksi unjuk rasa besar-besaran di kantor bupati,” ujarnya.

Jumat (6/7) pekan lalu, sekitar 15 orang masyarakat dan Ketua RT yang mengaku tidak diikutkan sebagai pemilih menemui awak media di Bagansiapiapi. Mereka meminta kepada bupati agar pemilihan PAW penghulu diulang kembali.

Salah satu RT mengatakan, bahwa dalam penyelengaraan pemilihan Penghulu PAW tersebut, masyarakat menilai panitia pelaksanaan tidak transparan dalam penyelengaraan. Sebelum digelarnya pemungutan suara sudah terlihat kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan panitia.

Adapun kejanggalan-kejanggalan dilakukan panitia penyelengara seperti tidak adanya pihak panitia melaksanakan musyawarah baik itu kepada masyarakat, RT, RW maupun Kepala Dusun sendiri yang berada di Kepenghuluan Darussalam tersebut.

Di Kepenghuluan Darussalam sendiri memiliki 16 RT, dua Dusun dan dua RW. “Yang anehnya lagi, panitia penyelengara pemilihan penghulu PAW tidak pernah melibatkan Dusun 01 serta perangkat RT 10, 13, 14,16, 01 dan RT 07 dalam pelaksanaan pemilihan penghulu. Bahkan, surat undangan untuk memilih pun mereka tidak dapat,” ujar salah satu RT yang enggan menyebutkan namanya. iin