Bupati Akui Masalah Honorer Berat

Sudah Meninggal, Masih Terima Gaji


riaupotenza.com
Bupati Rohil Suyatno foto bersama dengan Fokopimda, tokoh masayarakat, Ketua Ikrohil Pekanbaru Asri Auzar pada acara halal bihalal di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Jumat (6/7) malam.

PEKANBARU (RPZ) -- Bupati Rokan Hilir (Rohil) dibuat heran ketika mengetahui pegawai yang sudah meninggal dunia tetap menerima gaji. Hal itu terungkap ketika ia memimpin rapat bersama jajarannya belum lama ini.

‘’Kemarin, pas saya rapat, pegawai yang sudah meninggal masih neken. Bagaimana cara tenaga honor tersebut bisa bangkit dalam kubur untuk meneken amprah dan kembali lagi ke kuburannya,’’ tegasnya dalam acara halal bi halal warga Rohil di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Jumat (6/7) malam.

Ia meminta, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Karena sangat berbahaya, apalagi pemerintah sudah menanggung beban sebesar Rp165 miliar setahun hanya untuk membayar gaji tenaga honor. 

Suyatno memaparkan, anggaran APBD Rohil saat ini hanya Rp1,6 triliun. Jauh menurun dari sebelumnya Rp2,7 triliun. ‘’Kenapa merosot. Ya karena harga minyak dan segala macam. Bahkan ada yang belum dicairkan pusat,’’ jelasnya.

Bupati mengaku belanja pembangunanan sekitar Rp526 miliar, belanja pegawai Rp600 miliar lebih. ‘’Berat pak. Saya masalah honor ini berat betul,’’ paparnya. 

Ia menjabarkan, jika dibiarkan terus akan menjadi hutang. Karena Rp126 miliar itu harus dikeluarkan tiap tahun.

‘’Tapi kalau dilarikan ke pembangunan (belanja honorer), mungkin jalan tanah gak ketemu lagi. Tapi semua itu (honorer) harus tetap kita pikirkan,’’ katanya. 

Bupati berharap semua pihak untuk mendukung, supaya pembangunan Rohil berkembang, walau dengan anggran yang minim seperti saat ini. ‘’Dinas-dinas pada sakit-sakit ini. Tak bisa berbuat apa-apa. Dalam sejarah Rohil, Dinas PUTR, itu belum ada pernah anggarannya hanya Rp50 miliar sampai Rp100 milar. Tetap diplot anggarannya Rp500 miliar sampai Rp600 miliar. Tapi sekarang tidak bisa lagi,’’ tegasnya. 

Makanya, saat ini Pemkab Rohil dalam pembangunan tidak hanya mengandalkan APBD Rohil saja, tetapi juga mengharapkan dana dari provinsi. ‘’Bankeu dari provinsi ini diperjuangkan oleh anggota DPRD Riau yang berasal Rohil,’’ jelasnya. (bam/rpz)