Sepakat Tak Pakai Peralatan Tarik Dorong

Nelayan Rohil-Sumut Berdamai


riaupotenza.com
Ketua HNSi Rohil Murkan Muhammad yang juga anggota DPRD Rohil menyerahkan nota kesepakatan damai kepada Polair Polres Labuhan Batu.

PANIPAHAN (RPZ) - Nelayan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau dan nelayan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu, Sumatera Utara, sepakat mengakhiri konflik antara kedua belah pihak. Kesepakatan berdamai ini digelar dal acara silahturahmi dan mediasi konflik yang dipusatkan di Kantor Aula Kantor Camat Panipahan, Sabtu (7/7) sore.

Acara perdamaian ini dihadiri oleh Dinas Perikanan Labuhan Batu, staf PSDKP Wilayah III, Armanda, Camat Pasir Limau Kapas diwakilai oleh Sekcam Andi Desvira, Camat Panai Hilir, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rokan Hilir, Kasatpolair Polres Rohil, Kapolsek Panipahan, Kapolsek Panai Hilir, Danposal Panipahan, Dan Posal Sei Berombang, Kasatpolair Labuhan Batu, HNSI Rohil dihadiri Ketuanya Murkan Muhammad serta HNSI Panai Hilir.

Perwakilan PSDKP wilayah III Hermanto mengatakan, bahwa kesepakatan yang dibuat hendaknya dilaksnakan dengan sebaik-baiknya. Kesepakatan berisi bahwa kedua belah pihak dilarang menangkap ikan dengan segala jenis alat tarik dan dorong.

“Sesuai Permen tahun 2015 apabila menggunakan alat tarik dan dorong maka akan dipidana penjara dua tahun dan denda Rp2 milyar.  Jadi kedua nelayan baik dari Panipahan maupun Sei Berombang sangat tidak dibenarkan. Apabila ingin melewati zona batas laut diperbolehkan dengan alat tangkap yang dibenarkan menurut peraturan,” katanya.

Kesepakatan ini dibuat dalam nota kesepakatan yang ditandatangani oleh seluruh aparat penegak hukum yang hadir serta pihak terkait lengkap dengan materi. Untuk mengawal kesepakatan ini pihak PSDKP akan melakukan patroli dan jika masih melanggar maka akan diproses.

Baru-baru ini terjadi konflik antara kedua belah pihak nelayan bahkan sempat terjadi dua kali penangkapan kapal nelayan Sei Berombang dan para ABK diamankan. Penangkapan ini karena kapal nelayan Sei Berombang masuk zona perairan Rohil dan melakukan aktifitas penangkapan ikan dengan alat yang dilarang. 

Sempat terjadi aksi pembakaran serta kapal yang ditangkap ditenggelamkan. Untuk antisipasi kongil berkepanjanhan HNSI Rohil dan Panipahan serta nelayan berinisiasi melakukan perdamaian.

Camat Palika, Idris yang diwakilkan oleh Sekcam Andi Desvira mengatakan, bahwa nelayan Panipahan dan Sei Berombang merupakan saudara dekat. Selain letak geografis yang bersebelahan juga keduanya saling berinteraksi. “Jadi kami dari pemerintah kecamatan berharap konflik segera berakhir dan para nelayan bisa kembali melaut dengan alat tangkap yang diperbolehkan,” tegasnya.

Pihak kecamatan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang membuat acara perdamaian ini sehingga kerukunan antara dua belah pihak bisa kembali terjalin. “Kita NKRI jadi laut hak semua warga Indonesia tapi harus tetap mematuhi aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Ketua HNSI Rohil, Murkan Muhammad didampingi Sekretarisnya Sadam Husen mengatakan, bahwa acara inisiasi perdamaian ini berkat kekompkan HNSI Panipahan dan para nelayan. Legowo dan berlapang hati diciptakan sehingga para nelahan bisa saling berdampingan dalam mencari rezeki.

“Konflik jangan sampai terjadi lagi, jadi kita dari HNSI memfasilitasi perdamaian antara kedua belah pihak dengan menggundang semua pihak terkait dari Sei Berombang,” tegas Murkan.

Murkan yang juga anggota DPRD asli Panipahan ini juga mengajak para nelayan tetap kompak dan kembali fokus mencari ikan tanpa adanya konflik lagi. Menurutnya konflik berkepenjangan tidak ada gunanya dan bisa merugikan kedua belah pihak.

“Silahkan melaut tangkap ikan dengan alat yang diperbolehkan, jadi saya juga sudah intruksikan kepada HNSI Kecamatan untuk terus memantau kesepakatan yang telah dibuat,” tegasnya.

Usai penyerahan nota kesepakatan kepada semua pihak dilakukan pembubuhan tanda tangan oleh semua hadirin yang merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak. Kini kedua belah pihak sudah berdamai dan siap ditindak jika ada pihak yang melanggar. Der.