Aksi Demo Kendalai Operasional Pabrik

Tak Hanya Perusahaan, Warga Tempatan Ikut Dirugikan


riaupotenza.com
Aksi demo yang dilakukan masyarakat setempat didepan perusahaan PT SIPP Km 6 Rangau. (win)

DURI (RPZ) -- Terkait aksi demo yang dilakukan puluhan warga setempat terhadap pabrik kelapa sawit (PKS) PT Sawit Inti Prima Perkasa (SIPP) di Jalan Rangau Km 6, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, sejak Sabtu (7/7) dan Ahad (8/7) hari ini, membuat operasional pabrik kelapa sawit terkendala.

Kondisi ini tidak saja menimbulkan kerugian bagi pihak perusahaan, tapi juga berdampak pada pendapatan bagi warga setempat. Bagaimana tidak, banyak masyarakat setempat yang juga menggantungkan hidupnya di perusahaan tersebut, khususnya yang bekerja sebagai karyawan ataupun buruh bongkar muat di pabrik kelapa sawit itu.

Hal itu seperti disampaikan Afrizal, ketua SPTI PT SIPP Km 6 Jalan Rangau saat bertemu dengan riaupotenza.com, Ahad (8/7). Hal senada juga òdiungkapkan John Hendri yang merupakan ketua pemuda setempat.

"Dengan adanya aksi demo, perusahaan tidak bisa beroperasi seperti biasa. Kita merasa dirugikan, karena anggota kita di SPTI banyak yang bergantung disitu sebagai buruh bongkar muat," jelas Afrizal.

Menurutnya, apa yang menjadi tuntutan pendemo tidak berdasar bahkan mengada-ada. "Seperti tentang limbah yang dipersoalkan. Kita lihat perusahaan telah prosedur dalam penanganan masalah limbahnya. Limbahnya tidak ada yang tercecer atau meluber ke tanah masyarakat. Yang namanya pabrik kelapa sawit tetap ada baunya, tapi kan tidak setiap hari," katanya.

Malah untuk tempat pengolahan limbah, masih kata Afrizal, perusahaan sudah prosedural dengan membuat sejumlah kolam yang berukuran besar. Bahkan tempatnya pun berada jauh dari pemukiman warga. "Jadi, tidak benar ada orang yang tidak bertanggung jawab, mengatakan perusahaan tidak prosedur dalam penanganan limbahnya. Kalau tidak prosedur mana mungkin perusahaan bisa beroperasi dan mendapatkan izin," tukasnya.

Ia menduga aksi demo yang dilakukan warga setempat ditunggangi oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang sarat muatan kepentingan. "Harapan kita supaya aksi demo disudahi dan masyarakat sadar, jangan sampai aksi mereka ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengeruk keuntungan pribadi," harapnya.

Apalagi diawal mula berdirinya perusahaan, mereka sudah cukup kulo nuwon saat masuk dan bukan main nyelonong saja. Diantaranya merangkul RT, ada lima RT setempat yang dirangkul oleh perusahaan, termasuk juga tokoh masyarakatnya, H Siantar untuk berdirinya perusahaan pada waktu itu. 

"Jadi, perusahaan tidak asal-asalan, termasuk juga dalam hal perekrutan tenaga kerjanya. Banyak warga setempat yang dipakai untuk bekerja di perusahaan itu," pungkas Afrizal.  (win)