Pedagang Diminta Kerjasamanya, Kalau Tak Mau Ditertibkan


riaupotenza.com
Kasi Penertiban Satpol PP dan Damkar Pelalawan Sofyan SH MH bersama personil mengingatkan PKL untuk menertibkan lapaknya.

PANGKALANKERINCI (RPZ)  - Kendati telah beberapa kali menjadi sasaran penertiban. Namun sejumlah pedagang kaki lima tetap saja tak mengindahkan peringatan Pemkab Pelalawan.  Mereka tetap membiarkan lapaknya ditinggalkan di lokasi terlarang pada siang hari. 

Akibatnya, Satpol dan Damkar Pelalawan kembali melakukan penertiban. Terutama pedagang yang berlokasi di sekitaran SMPN 1,SMAN 1 dan AKNP Jalan Maharaja Indra, Pangkalan Kerinci.

‘’Ya kita kembali melakukan penertiban secara persuasive terhadap pedagang kaki lima di tiga lokasi tersebut. Mereka tetap saja meninggalkan lapaknya hingga siang hari yang mestinya dibawa pulang,’’ terang Kasat Pol PP dan Damkar  Kabupaten Pelalawan, H Abu Bakar Fisda Edi SSos MAp, Ahad (8/7/2018).

Didampingi Kasi Penertiban Sofyan SH MH menyebutkan, PKL yang berada di depan SMPN 1, SMAN 1 dan AKNP Pangkalan Kerinci sudah beberapa kali diingatkan dan malah sudah beberapa kali pula dilakukan penertiban. ‘’Bahkan sudah pernah mengamankan gerobak juga kursi meja tersebut ke Mako Satpol PP dan Damkar. Eh, lagi-lagi para pedagang ini tidak mau berkerja sama,’’ bebernya.

Penertiban itu sebut Sofyan dilakukan sore hari. Puluhan personil Satpol PP dan Damkar dikerahkan ke lokasi menggelar penertiban dengan persuasif terhadap PKL yang meninggalkan gerobak,  kursi dan meja pada pagi hari. 

‘’Lapak mereka  hanya diselimuti terpal biru di depan sekolah dan tepi jalan Maharaja Indra (Jalan Lintas Timur,red). Sungguh membuat pemandangan jadi tidak indah,’’ ujarnya.

Kali ini lanjut Kasat Pol PP dan Damkar Pelalawan, pihaknya hanya mengingatkan saja. ‘’Kali ini kami masih memberikan teguran kepada pedagang dan melayangkan surat pemberitahuan agar para pedagang tidak lagi meninggalkan gerobak serta meja dan kursi pada pagi hari di depan sekolah tersebut. Silahkan dibawa pulang atau disusun rapi disudut sana agar tidak merusak pandangan mata karena posisi sekolah berada di Lintas Timur pusat kota Pangkalan Kerinci,’’ paparnya.

Maka lanjut dia, tindakan keras tentu akan diterapkan jika pedaganga yang telah diberikan kesempatan menggelar lapaknya untuk berjualan pada malam hari tetap membiarkan perlengkapannya lapaknya dibiarkan begitu saja.

‘’Jika surat pemberitahuan tersebut tidak diindahkan oleh pedagang maka kami tidak segan-segan untuk kembali mengamankan gerobak, kursi dan meja ke Mako Satpol PP dan Damkar,’’ tegas Kasat Pol PP dan Damkar Pelalawan. amr