Camat Sangat Sayangkan Sikap Lurah


riaupotenza.com
Daud

PEKANBARU (RPZ)  - Sebagai aparut sipil Negara (ASN) sikap Lurah Bandar Raya Kecamatan Payung Sekaki, Fachruddin Pangabean sangat disayangkan. Seharusnya sebagai ASN harus bertanggung jawab dengan jabatan yang diemban, bukan sebaliknya malah lari dari tanggung jawab.

‘’Kami sangat menyayangkan sikap Pak Lurah Bandar Raya. Katanya takut masuk kantor karena ada pengancaman. Siapa yang mengancam dia. Saya piker itu akal-akalan dia saja,’’ tegas Abdul Malik yang disebut sebagai oknum oleh Lurah Bandar Raya yang mengurus SKGR di Kantor Lurah Bandar Raya kepada wartawan, Jumat (6/7/2018).

Ia didampingi kuasa hukumnya Rasyidin Daud Dolok Saribu SH mengatakan, sudah satu bulan dirinya ingin bertemu lurah, tapi tidak juga ketemu. Karena lahan seluas 3 hektare yang ada di kelurahan Bandar Raya sudah lama ingin dijual ke pembeli. Namun objek tanah yang ingin di urus suratnya dari Akte Jual Beli No.866/SH/1983 atas namanya dianggap lahan bersengketa.

Menurutnya, surat keterangan ganti rugi (SKGR) atas nama 18 orang ini memang masuk dalam kelompoknya. Pihaknya tidak pernah melakukan pengancaman kepada lurah, dan itu hanya akal-akal lurah untuk lari dari persoalan.

"Kami tidak pernah mengancam lurah, kalau ada silahkan lurah melaporkan kami ke yang berwajib,’’ timpal Rasyidin Daud Dolok Saribu SH, penasehat Abdul Malik.

Ia mengaku, selama satu bulan mendamipi Abdul Malik, selama itu juga dirinya tidak bisa menjumpai Lurah Bandar Raya. Padahal surat SKGR sebanyak 18 persil itu sudah ditandatangani Ketua RT setempat, namun RW dan Lurah enggan menandatangani SKGR yang dimaksud.

Bahkan kata Daud, pihaknya bersama Camat Payung Sekaki Zarman Candra sudah dua kali meninjau objek tanah yang ingin diukur, namun baik Lurah, Ketua RW dan Kasi Tampem Bandar Raya tidak mau turun kelapangan.

Daun mengatakan, objek tanah yang sedang diurus surat SKGR nya ini ada dugaan permainan yang dilakukan Lurah Bandar Raya. Karena sejak awal menemui lurah, ojek tanah itu sudah dikuasai orang lain bernama Boru Panggabean dan setelah di cek ke Kantor Camat Siak Hulu, karena dulunya lahan yang berada di Kelurahan Bandar Raya berada diwilayah Siak Hulu tahun 1983. Namun setelah ditelusuri pihak Camat Siak Hulu sudah membuat surat pernyataan lahan tersebut masuk wilayah Kota Pekanbaru dan surat serta nomor regestrasinya sudah ada di BPN Kampar. 

Terpisah, Camat Payung Sekaki Zarman Candra S STP MSi yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/7/2018) mengaku, pihaknya sangat menyangkan sikap Lurah Bandar Raya. Seharusnya dihadapi saja warga yang ingin berurusan ke kantornya dan bukan lari dari masalah dan tidak masuk kantor.

Sedangkan Lurah Bandar Raya Kecamatan Payung Sekaki, Fachruddin Pangabean mengatakan bahwa sebulan belakangan dirinya merasa terancam. Ancaman itu diakuinya datang dari oknum yang memaksa dirinya untuk menandatangani surat keterangan ganti rugi (SKGR) atas nama 18 orang.

"Kami merasa terancam karena mereka selalu meneror kami setiap hari. Bahkan sampai ada ancaman pembunuhan termasuk kepada keluarga kami," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon selular, kemarin.***