Untuk Penyelesaian Pasar Cik Puan

Firdaus Gantungkan Harapan ke Syamsuar


riaupotenza.com

KOTA (RPZ) - Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT akan menggantungkan harapannya kepada Gubernur Riau terpilih Syamsuar, untuk menyelesaikan permasalahan Pasar  Cik Puan yang mangkrak sejak tahun 2012 lalu.

“Apa pun formulanya, yang penting bisa segera menyelesaikan masalah Pasar Cik Puan. Kalau hingga Februari 2019 nanti belum juga ada solusi dari Pak Andi Rahman, ya kita harap kepada Gubernur Riau terpilih Pak Syamsuar dapat menyelesaikan,” ujar Wali Kota, Kamis (5/7).

Salah satu permasalahan Pasar Cik Puan adalah kepemilikan aset lahan. Saat ini, lahan tempat Pasar Cik Puan berdiri adalah aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Pemprov Riau sendiri, melalui Asisten II Setdaprov Riau, Masperi mengatakan bahwa Pemprov harus mendapatkan tambahan Penghasilan Asli Daerah (PAD) bagi Riau. “Apa pun skemanya, kami ingin provinsi dapat tambahan pendapatan dari lahan tersebut,” kata Masperi.

Sementara itu, pihak Pemko inginnya hibah, dan pembangunannya diserahkan ke pihak swasta dengan skema BOT (Build Operate Transfer). 

“Karena, kalau mengandalkan APBD, bisa bertahun-tahun. Maka, serahkan pembangunannya ke pihak swasta, mereka kelola dalam beberapa tahun sampai balik modal, baru diserahkan,” terang Asisten II Setdako Pekanbaru El Syabrina belum lama ini. 

DPRD Harapkan Pembangunan Lanjut

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel SH MH meminta, setelah bertahun-tahun mangkrak, seharusnya sudah ada progres yang jelas terkait kelanjutan pembangunan Pasar Cik Puan. Baik itu pihak ketiga yang dijanjikan Pemko untuk membangunnya, atau ada alternatif lainnya.

Sehingga tidak terkatung-katung seperti sekarang ini. Persoalan yang terjadi sekarang ini, harus segera dituntaskan. “Masalahnya kan tinggal duduk bersama dengan Pemprov Riau. Karena berkaitan dengan lahan di area pasar tersebut, dominan milik Pemprov Riau. Makanya harus ada tarik ulur Pemko, sehingga ada solusi terbaik,” kata Roni

Politisi Golkar ini sangat mengerti dengan kondisi keuangan Pemko, yang saat ini tidak memungkinkan membangun menggunakan APBD.

Tapi jauh hari pihaknya sudah menyarankan, mau pakai anggaran dari mana, yang pasti Pasar Cik Puan dibangun. “Mau pakai sistem BOT atau lainnya, terserah. Sekarang kan tidak jelas, Pemko menyebutkan membangun pakai sistem BOT, tapi tak kunjung dilaksanakan. Sementara masyarakat dan pedagang sudah sangat mengharapkan pasar tersebut beroperasi,” terangnya.(lex/rpg)