Pengusaha Diimbau Miliki Sertifikat Halal MUI


riaupotenza.com
Ketua MUI Rohil H Ucok Indra berbincang dengan pedagang mie dan menjual jus buah di Jalan Sentosa.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rohil H Ucok Indra mengatakan, masih banyak pengusaha restoran dan rumah makan cepat saji yang menjual produk makanan dan minuman di Kota Bagansiapiapi dan di Rohil pada umumnya, belum memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang dikeluarkan MUI Provinsi Riau. Pengusaha pun diminta segera mengurus kepemilikan sertifikat halal MUI tersebut. 

Himbauan agar pengusaha rumah makan dan restoran cepat saji agar segera memiliki sertifikat halal disampaikan Ketua MUI Rohil H Ucok Indra, Rabu (4/7) pada razia rumah makan dan restoran cepat saji serta kedai kopi yang dilakukan Tim Terpadu Pemkab Rohil. 

Dari razia yang dilakukan, Ketua MUI Ucok Indra mengatakan, banyak pengusaha belum memiliki sertifikat halal MUI yang dikeluarkan Provinsi Riau. 

“Banyak pengusaha belum memiliki sertifikat halal pada produk makanan dan minuman yang dijual. Sebab itu, kita minta pengusaha agar segera mengurus dan memiliki sertifikat halal. Kalau tidak nanti pengusaha bisa bangkrut dan rugi, sebab mayoritas penduduk kita ini beragama Islam,” kata Ketua MUI H Ucok Indra, disela-sela pelaksanaan razia yang dilakukan bersama Tim Terpadu Pemkab Rohil. 

Dikatakan Ketua MUI Rohil, umat Islam berhak memperoleh dan mengkonsumsi makanan halal, sesuai dengan syariat Agama Islam. Apalagi, umat Islam diperintahkan mengkonsumsi makanan dan minuman halal sesuai firman Allah SWT di dalam Alquran. 

“Produk makanan dan minuman wajib yang halal dikonsumsi umat Islam. Di dalam Alquran jelas Allah berfirman ‘makan dan minumlah yang halal lagi baik’. Halal dan toyibah. Kalau haram umat Islam wajib menghindari. Awali juga makan dengan mengucapkan bismillah,” jelasnya.

Disebabkan itu pula, terang Ucok Indra, MUI Rohil akan berusaha menghilangkan keraguan konsumen akan kehalalan produk makanan dan minuman yang dijual restoran dan restoran cepat saji. Pengurusan sertifikat halal pada produk makanan dan minuman rumah makan, restoran dan restoran cepat saji dapat dilakukan melalui MUI Rohil, yang selanjutnya pengurusan akan dilakukan MUI Rohil ke MUI Provinsi Riau. 

“Pengusaha wajib mengurus sertifikat halal. Pengusaha bisa bangkrut dan bisa rugi jika tidak mencantumkan label halal. Umat Islam juga harus menghindarkan diri dari makanan dan minuman yang tidak memiliki label halal,” terang Ucok Indra, yang juga sempat mengunjungi warung mie berbahan daging babi, yang juga menjual aneka minuman ringan berupa jus buah-buahan di Jalan Sentosa. 

Mengenai kehalalan produk makanan ayam goreng, pengusaha ayam goreng ada yang memperoleh bahan baku daging ayam dari Medan, Sumut. Daging ayam tersebut merupakan ayam yang sudah disembelih di Medan, Sumut. Sehingga, diragukan kehalalan ayam yang disembelih tersebut apakah sudah sesuai dengan tata cara penyembelihan sesuai dengan syariat Agama Islam. 

“Produk halal itu bukan saja dari ayamnya, tapi juga dari bahan-bahan yang dipergunakan apakah juga halal. Kalau tidak jelas, maka diragukan kehalalannya,” terang Ucok Indra. 

Para pengusaha penjual makanan dari bahan ayam potong, sebut Ketua MUI, hendaknya juga membeli dan menyembelih ayam kepada petugas penyembelih ayam yang benar-benar sesuai dengan tata cara pemotongan hewan sesuai syariat Agama Islam. 

Para penjagal ayam potong, terang Ucok Indra, juga diharapkan dapat melaksanakan pemotongan ayam potong sesuai syariat Agama Islam. amr