Di Rohil Partisipasi Pemilih Pilgubri 2018 Merosot


riaupotenza.com

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018 ini telah berakhir, Rabu (4/7) kemarin telah dilaksanakan rapat pleno di KPUD Rohil. Dari hasil penghitungan akhir ini, terlihat jelas bahwa partisipasi pemilih di Rohil pada Pilgubri kali ini jauh merosot sebelumnya.

Ketua KPUD Rohil Agus Salim SP menjelaskan, bahwa partisipasi pemilih tahun ini menurutnya sudah sangat baik sekali jika dibanding dengan sejumlah kabupaten di Riau. “Partisipasi kita hampir 60 persen, secara menyeluruh hasil ini sangat baik dibanding dengan kabupaten lainnya di Riau. Menurut saya, sampai angka 60 persen ini sudah sangat luar biasa. Memang secara menyeluruh partisipasi se Riau memang turun,” kata Agus Salim.

Agus Salim mengaku, bahwa angka partisipasi pada Pilgubri sebelum sarat akan pelanggaran aturan, sehingga bisa mencapai 90 persen dan Pilgubri tahun ini hanya 59,58 persen dari jumlah DPT yang ada. Ada sekitar 40 persen partisipasi yang turun.

Pihaknya mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin mengajak masyarakat untuk mensukseskan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau ini. Salah satunya dengan mengadakan gerak jalan santai, konvoi mobil mengajak pemilih untuk menggunakan hak pilih. “Ini trend bahwa memang menjadi PR bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih,” ucapnya.

Menurutnya, memang semua lini menjadi faktor kurangnya partisipasi pemilih, baik itu dari KPU sendiri kurang dalam sosialisasinya. Kemudian juga dari tim Paslon kurang sistematis atau mencari simpatisan. Begitu juga pemerintah dan juga kepada partai politik bagaimana bisa mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong untuk melakukan pemilihan.

Kendati Agus berpendapat, bahwa merosotnya parsipasi pemilih ini dikarenakan tidak adanya program unggulan yang digaungkan setiap pasangan calon. Sehingga masyarakat malas untuk memilih. Selain itu juga faktor kurangnya gerak seluruh instansi dan lembaga dalam mensosialisasikan hal ini.

“Saya kira ini kesalahan kita semua, kelemahan kita semua. Sebagai contoh partai politik seharusnya lebih tangkas untuk mengajak pemilih. Kepada para calon juga harus memberikan isu yang hangat agar masyarakat tergerak untuk memilihnya. Begitu pula pemerintah juga hendaknya ke depan lebih meningkatkan sosialisasinya kepada para pemilih. Itu upaya yang apabila dilaksanakan bersama-sama, maka tingkat partisipasi pasti bisa naik,” ungkapnya.

Sementara itu, hasil pleno yang sudah disepakati sore Rabu kemarin, tercatat bahwa pasangan nomor urut 1 unggul dengan perolehan suara 97.239 (44,18%), pasangan nomor urut 2 memperoleh suara 25.721 (11,69%), kemudian pasangan nomor urtu 3 memperoleh suara 20.136 (9,15%) sementara nomor urut 4 memperoleh suara 71.809 (32,6%).

“Saya bersyukur bahwa Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara tingkat Kabupaten Rohil Pilgubri 2018 berjalan dengan baik kondusif dan seluruh saksi bisa menerima hasil pleno ini. Proses pada tanggal 27 kemarin diakui dan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada,” ujar Agus.

Sementara itu, adapun kesalahan yang terjadi pada intinya di administrasi, terutama tentang angka dan data pemilih disabilitas atau penyandang cacat. Hanya angka itu saja yang tidak sinkron dan tidak ada pengaruhnya dengan angka yang lain. “Intinya, bahwa KPU untuk penyandang cacat juga diberikan pelayanan yang baik oleh petugas TPS,” sebut Agus.