Perampok Penjaga Kuburan Cina Teringkus Saat Nyabu


riaupotenza.com
Ilustrasi

SELATPANJANG(RPZ)-Dua dari tiga orang pria yang diduga terlibat dalam aksi perampokan terhadap seorang penjaga kuburan Cina, akhirnya berhasil dibekuk Tim Opsnal Unit Pidum Sat Reskrim Polres Kep. Meranti, ketika sedang berpesta sabu-sabu di areal Stadion Muhammad Jalil Jl. Pramuka Selatpanjang, Senin (2/7), sekitar pukul 17.00 WIB.

Tersangka adalah AM (19), warga Jl.Pemuda Setia, MNP (18), warga Jl. Dorak dan DM (21), warga Jl. Muzapar. Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah alat hisap (bong), sebungkus paket kecil diduga narkotika jenis sabu seberat 0.19 gram, sebuah mancis, 2 bungkus rokok, sebuah tabung kaca (pirex), dan uang sisa hasil rampikan senilai Rp.1.300.000.

"Pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Ketiganya telah mengakui perbuatan mereka," kata Paur Humas Polres Kepulauan Meranti AKP Amir Husen, Rabu (4/7) Kepada RPZ.

Penangkapan ketiga tersangka dilakukan ketika petugas sedang melakukan patroli ke beberapa lokasi yang dinilai rawan kejahatan. Ketika melintas di Stadion Mahmud Jalal Jl. Pramuka, petugas kemudian menemukan ketiga pria dengan gelagat mencurigakan. 

Ketiga pelaku langsung tak berkutik setelah petugas melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti. Saat itu juga ketiganya digelandang ke Mapolres untuk diperiksa secara intensif. Dari pemeriksaan itulah terungkap jika pelaku pernah melakukan perampok di kuburan Cina. 

Tindak perampokan itu terjadi pada Selasa (26/6), sekitar pukul 19.30 WIB. Waktu itu korban yang bekerja sebagai penjaga kuburan sedang duduk di teras rumah di lokasi kuburan. Tiba-tiba datang dua pelaku dengan membawa besi dan mengancam korban.

"Keluarkan uang, kalau tidak saya tikam", ancam pelaku. Kemudian salah seorang dari pelaku langsung masuk ke kamar korban dan membongkar lemari. Uang lima juta Rupiah yang tersimpan di dalam lemari langsung disikat. Dan, pelaku pum kabur meninggalkan korban dalam ketakutan.

"Uang itulah yang mereka gunakan untuk pesta sabu-sabu. Dan, masih ada sisanya yang kita jadikan sebagai barang bukti," ungkap Amir Husen.(Tan)