Reskrim Polres Rohil Amankan Pria Pembuat Upal

Awalnya Iseng, Akhirnya Disel


riaupotenza.com
Pelaku pembuat upal, M. Randi Jaka Wistanta Tarigan (24), saat mempraktekan membuat UPAL.

UJUNGTANJUNG (RPZ) — Jajaran Sat Reskrim Polres Rohil berhasil mengamankan seorang pria diduga sebagai pelaku pembuat uang palsu ( Upal).

Hal itu terungkap, saat acara press rilis yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP Faizal Ramzani SH SIK di halaman Sat Reskrim Polres Rohil,  Selasa (2/7). 

Kasat mengatakan, bahwa tersangka yang diduga sebagai pembuat upal yang diamankan itu yakni M. Randi Jaka Wistanta Tarigan (24) warga Jalan Bambu Kuning, KM 3, Kepenghuluan Bahtera Makmur, Kecamatan Bagansinembah, Kabupaten Rohil.

Dalam press rilis itu, Kasat menerangkan bahwa terungkap dan tertangkap pelaku pembuat uang palsu itu berawal sekira pukul 11.00 WIB, Ahad (1/7) pihaknya mendapat informasi, bahwa telah terjadi peredaran uang palsu di daerah Baganbatu, KM 12 Kencana, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rohil.

Upal tersebut digunakan oleh Andi (saksi) untuk membayar utang kepada Wanda (saksi) dengan jumlah Rp.500 ribu dengan rincian uang pecahan Rp.100 ribu dua lembar, dan pecahan Rp.50ribu sebanyak enam lembar.

Menurut pengakuan Andi, Kasat menjelaskan, bahwa  Andi (saksi ) tidak tahu sama sekali uang yang dipinjamkan dari tersangka M. Randi adalah palsu. 

Mendengar itu, tim opsnal melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap M. Randi yang saat itu berada di rumah kediamannya.

Tersangka M. Randi mengakui telah membuat dan mengedarkan upal itu dari 10 Mei sampai 20 Juni 2018.  Dalam pemeriksaan dilakukan, tersangka mengakui, bahwa alat yang digunakan untuk pembuatan uang palsu itu diantaranya :

1. Satu unit Printer Merk HP warna putih.
2. Satu unit pisau Cutter.
3. Satu buah Isolasi ( Lakban ) kecil warna bening.
4. Satu unit Roll Besi ( Penggaris ).
5. Satu kotak kertas HVS.
6. Satu lembar uang asli pecahan Rp.100ribu.
7. Satu lembat uang asli pecahan Rp.50ribu.
8. Dua buah gunting kecil.


“Tersangka mengakui membuat upal itu disaat ia tinggal sendiri di ruang kantor tempatnya bekerja di salah satu koperasi simpan pinjam yang berada di KM. 8 daerah Balam, Kecamatan Bagansinembah sana,” jelas Faizal Ramzani.

Kasat menambahkan, bahwa tersangka juga mengakui telah mencetak upal itu lebih kurang Rp.6juta sampai Rp 7juta. “Uang itu tidak hanya di edarkan di daerah Baganbatu, tapi juga telah di edarkan tersangka di daerah Tebing Tinggi, Sumut sana,” beber Kasat.

Kasat mengatakan, bahwa atas perbuatan dilakukan tersangka, maka pihaknya menjerat tersangka dengan Pasal 36 ayat 1, ayat 2 dan 3 UU RI Nomor 7, Tahun 2011, tentang mata uang, Junto Pasal 244 Junto Pasal 245 KUHPidana, tentang mengedarkan uang palau dan mengedarkan uang palsu. “Tersangka bisa terancam hukuman diatas 15 tahun penjara,” ujar  Faizal.

Dalam acara Press Rilis itu, tersangka juga mempraktekan cara membuat uang palsu itu. Oleh karena itu, Kasat Reskrim mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap uang palsu. Jadi, apabila mendapat uang hendaknya gunakan cara 3D ( Dilihat, Diraba, dan Diterawang ). “Apabila terdapat keganjilan, misalnya nomor seri ada yang sama itu merupakan uang palsu. Maka, laporkan kepada kami, agar dapat kami tangkap seperti tersangka ini,” tutup AKP Faizal.

Berawal dari Iseng-Iseng 

Sementara itu, tersangka saat diwawancarai mengakui, bahwa awalnya ia iseng-iseng di kantor tempatnya bekerja dengan mencetak 1 lembar uang palsu pecahan 100ribu. 

Lalu, ia mencoba belanja di warung kelontong. Jadi, karena berhasil melakukan uang palsu itu, lalu ia mencetak lagi uang pecahan Rp.100ribu dan uang pecahan Rp.50ribu.  

“Saya sengaja meminjamkan uang itu kepada teman saya, dengan harapan nanti dapat ganti uang asli,” imbuhnya.

Namun, ia sangat menyesali perbuatannya. Sebab, atas perbuatanya itu, istri dan satu anaknya harus menderita lantaran ia masuk penjara. 

“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi, dan saya berharap hukuman saya nanti bisa ringan, sehingga saya bisa berkumpul dengan istri dan anak saya lagi,” pungkasnya.fen.