Serahkan Bantuan Peralatan Perikanan

Pemkab Inhil Bantu Nelayan Pesenggerahan


riaupotenza.com
Sejumlah sampan bantuan yang diserahkan kepada nelayan Pesanggarahan.

SUNGAIBATANG (RPZ) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) semakin komit mengembangkan potensi perikanan di Negeri Seribu Parit. Hal itu dibuktikan dengan perhatian-perhatian yang diberikan pemerintah kepada para nelayan di Inhil.
 
Selasa (3/7), Pemkab Inhil melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Inhil kembali menyerahkan bantuan kepada para nelayan di Kecamatan Sungai Batang berupa sampan dan belat.
 
Camat Sungai Batang, Hardiansyah, AMP membenarkan adanya bantuan bagi nelayan dari Pemkab Inhil. Bantuan itu berupa sampan 40 unit dan belat 780 kg.
 
‘’Bantuan ini diberikan untuk dua kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 20 orang. Jadi, satu kelompok berhak mendapatkan 20 unit sampan dan 390 kg belat (jaring pantai, red),’’ ujar Hardiansyah.
 
Sementara itu, Kepala Desa Pesenggerahan, H Mukni Ibrahim mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Inhil yang telah memberikan perhatian terhadap nelayan dengan memberikan bantuan yang benar-benar berguna bagi para nelayan dalam menjalani profesi mereka sehari-hari.
 
‘’Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan di Pesenggerahan,’’ ungkap Mukni.
 
Di sisi lain, menyikapi komitmen Pemkab Inhil dalam mengembangkan potensi kelautan daerah, Bupati Inhil, HM Wardan MP menyebutkan, pemberian bantuan berupa sampan dan belat itu bertujuan untuk membantu para nelayan agar dapat meningkatkan pendapatan sehingga mencapai kesejahteraan.
 
“Peliharalah alat tangkap ini, jangan menggunakan racun atau tuba. Sudah ada peraturan yang melarang hal itu dilakukan. Ada sanksi pidana yang diterapkan sekarang,” pesan Wardan kepada para nelayan di Inhil.
 
Ihwal pelarangan menggunakan racun atau tuba tersebut, dikatakan Wardan, ia bersama jajarannya di Pemerintahan Kabupaten Inhil, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan sudah melakukan sosialisasi kepada para nelayan di sejumlah daerah di Kabupaten Inhil.
 
“Bahkan, dalam aturan yang diberlakukan itu, juga terdapat denda sebesar Rp 1,2 Milyar yang dikenakan bagi para nelayam yang melanggar aturan, mencari ikan dengan menggunakan racun,” paparnya.
 
Wardan juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu, dirinya berkunjung ke Kementerian Perikanan dan Kelautan. Disana, ia diberikan arahan untuk mengembangkan budidaya kepiting dan udang galah.
 
“Arahan tersebut, menurut pihak kementerian, dilandaskan oleh potensi kelautan yang ada di Inhil. Inhil memiliki wilayah perairan yang sangat luas, begitu pula dengan keberadaan kawasan hutan mangrove yang luas turut menunjang habitat kepiting yang ada,” ucap pria yang pernah dipercaya menjabat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau itu.
 
Wardan berharap, dengan adanya program pengembangan udang galah dan kepiting tersebut, maka Kabupaten Inhil dapat menjadi Kabupaten penghasil udang galah dan kepiting terbesar di Provinsi Riau, bahkan Indonesia.yan/ren