Pajak Sarang Walet di Meranti "Bocor"


riaupotenza.com
Ilustrasi

SELATPANJANG(RPZ)-Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Ery Suhairi, S Sos. mengaku kecolongan atas rendahnya PAD sarang walet di daerahnya. 

Dari realisasi pajak sarang walet tahun 2017 lalu hanya mencapai 21 persen dari target yang ditetapkan. Namun pendapatan itu tidak selaras dengan jumlah panen sarang walet yang telah dijual keluar. 

Menurutnya dari data yang dilansir oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan) Selatpanjang berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan oleh mereka, jumlah sarang walet yang keluar dari Meranti hampir mencapai 1 ton per-tahun. 

"Saya baca di salah satu media, Kepala Barantan Selatpanjang telah mensir data sarang walet yang keluar dari Meranti hampir mencapai satu Ton Pertahun. Dengan realisasi pajak hanya mencapai 21 persen pada tahun sebelumnya, jelas kita sangat kecolongan," ungkap Ery Suhairi, Rabu (4/7/2018) siang. 

Untuk itu ia menduga ada permainan para pengusaha dalam menghindari pajak tersebut. Jika dihitung secara kasar Ery mengaku bahwa pihaknya merasa kecolongan. 

"Saya Rasa ini permainan para pengusaha dalam menghindari pajak. Bayangkan saja, satu Kg harga sarang walet dijual oleh mereka paling murah itu mencapai Rp 10 juta, jika dipotong pajak 7,5 persen bisa mencapai 750 ribu per-kilogramnya. Maka, jika dikalikan 1 ton panen pertahun, pendapatan pajak daerah bisa mencapai Rp 750 juta," tambah Ery. 

Menyikapi hal itu, Ery mengaku akan melanjutkan rencana formula atas rencana kerjasama dengan Barantan yang sempat mentok pada tahun lalu. 

Menurut Ery, kerjasama itu rencananya akan menempatkan petugasnya di Barantan Meranti untuk memantau pergerakan dan jumlah sarang walet yang keluar dari daerahnya. 

Selain itu ia juga berharap kepada Barantan untuk dapat mempertanyakan penyertaan pajak dari pengusaha terkait sebelum menerbitkan sertifikat jalan terhadap sarang walet yang akan keluar nantinya. 

"Jadi sebelum sarang walet itu diterbitkan sertifikat nya oleh Barantan, mereka para pengusaha harus melampirkan bukti pajak. Dan itu kami nilai sangat efektif dalam memantau hal tersebut," ujarnya. 

Ditanya sejauh mana proses dan upaya kerja sama tersebut, Ery mengaku saat ini pihaknya telah mendapat lampu hijau dari oleh Barantan. Jika tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat kita kembali mendatangi kantor mereka untuk membahas tindaklanjut kerjasama tersebut," ungkap Ery.(Wira)