Pencarian Akan Dihentikan, Monumen Korban Sinar Bangun Didirikan


riaupotenza.com

SAMOSIR (rpz) – Untuk mengenang seluruh korban Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, akan didirikan monumen di kawasan Danau Toba. Proses pencarian seluruh korban juga akan dihentikan Basarnas dan tim SAR Gabungan.

"Jadi sudah ada kesepakatan pembuatan monumen," kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan kepada wartawan, Senin siang, 2 Juli 2018.

Dia mengatakan, keberadaan korban dan diduga KM Sinar Bangun berada dalam kedalaman 450 meter di Perairan Danau Toba. Budiawan mengatakan, prosesi terakhir akan dilakukan tabur bunga di Danau Toba sebagai wujud keikhlasan keluarga korban untuk penghentian pencarian seluruh korban.

"Besok hari ke-16 dan menjadi hari terakhir pencarian. Kalau untuk penutupan proses pencarian saya belum mengetahui pastinya," ujarnya menambahkan.

Budiawan mengungkapkan, untuk musyawarah penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun dilakukan bersama antara Basarnas dengan pihak keluarga dimotori oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun.

"Kita kemarin sudah ada musyawarah antara Tim SAR Gabungan, keluarga korban, yang dimotori Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih," kata Budiawan.

Lagu Tragedi Toba Dinyanyikan Ulang untuk Korban Kapal Sinar Bangun Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun 

Seperti diketahui, proses pencarian pertama dilaksanakaan 18 hingga 24 Juni 2018. Perpanjangan masa pencarian pertama 25 sampai 27 Juni 2018.

Kemudian, perpanjangan masa pencarian untuk kedua kalinya, 28 hingga 30 Juni 2018. Untuk perpanjangan pencarian ketiga kalinya, 1 sampai 3 Juli 2018.

Untuk saat ini, Tim SAR Gabungan baru berhasil mengevakuasi 24 orang. Dimana, 21 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian, 164 orang masih dinyatakan hilang. (rpz)