Pelaku dan Petugas KPPS Terancam Dijerat Pidana Pemilu


riaupotenza.com

KUBU (RPZ) - Ketua Panwaslu Kabupaten Rokan Hilir, Syahyuri SHi terus mendalami pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau  tahun 2018 pada tanggal 27 Juni 2018 lalu  di TPS 02, Dusun Beringin, Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.

Penindakan pelanggaran tersebut berdasarkan adanya temuan ketua Panwaslu Kecamatan Kubu, Zubaidah SE bersama komisioner-- yang mana saat itu salah  seorang pemilih inisial AH datang ke TPS dengan menggunakan hak pilih ganda.

Tak hanya pelaku, akan tetapi petugas KPPS juga diduga  ada keterlibatan dalam pelanggaran tersebut.

"Kita menilai pelanggaran ini, tak hanya memberatkan pelaku, akan tetapi disana juga ada keterlibatan petugas KPPS," kata ketua Panwaslu Kabupaten Rokan Hilir, Syahyuri kepada riaupotenza.com, Ahad (1/7) pagi di Kecamatan Kubu ketika menyaksikan PSU di TPS 02.

Lanjutnya Syahyuri, hingga saat ini Panwaslu sudah memanggil yang bersangkutan, baik itu pelaku, maupun petugas KPPS yang bertugas di TPS 02 untuk dimintai keterangan.

"Yang bersangkutan sudah kita mintai keterangan, saat ini pemeriksaannya sudah berlagsung dan diserahkan ke sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu)," jelasnya.

Menurut Syahyuri pelanggaran yang dilakukan AH telah melanggar pasal 178 B setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum,  memberikan suaranya lebih dari satu kali disatu atau lebih TPS, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 108 bulan dan denda paling sedikit Rp 36 juta dan paling banyak Rp 108 juta

"Sementara petugas KPPS dinilai melanggar junto pasal 55 KUHP tentang turut serta secara bersama- sama melakukan kejahatan, tentunya bisa diancam pidana penjara," terangnya.

Diterangkannya, pada saat proses pencoblosan, peserta pemilih melampirkan dua surat undangan C6 kepada petugas KPPS, kemudian petugas mencatat dan seterusnya hingga pelaku  melakukan pemilihan pasangan cagub dan cawagubri di TPS tersebut.

"Jadi anggota kita melihat bahwa pelaku dua kali memasukkan surat suara ke kotak suara, disanalah ditemukan pelanggaran bersifat administratif dan pidana, sekarang masih dalam proses, jika terbukti akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya. zul