Ada Beberapa Catatan dari BPK

Pekanbaru Kembali Raih WTP


riaupotenza.com
Plt Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi menerima Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemko Pekanbaru dari BPK Perwakilan Riau.

PEKANBARU (RPZ) - Pemerintah Kota Pekanbaru kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Riau. Opini WTP hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Pekanbaru tahun 2017 ini diserahkan langsung Kepala Subauditorat Riau II BPK Perwakilan Provinsi Riau, Johny Indra Kencana kepada Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi di Ruang Rapat BPK Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa (5/6) Prestasi Opini WTP ini yang diraih oleh Pemko Pekanbaru tahun ini menambah daftar panjang perolehan opini WTP bagi Pemko Pekanbaru.  Dibawah kepemimpinan Plt Kepala BPKAD Alek Kurniawan Pemko Pekanbaru dua tahun berturut-turut mendapatkan opini WTP. 

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi pun mengapresiasi kinerja yang di lakukan Plt BPKAD bersama jajaran dan seluruh OPD yang sudah mempersiapkan laporan keuangan dengan baik. Sehngga opini WTP kembali diraih Pemko Pekanbaru.

“Alhamdulillah tahun ini kita dapat opini WTP. Sudah dua tahun berturut-turut opini WPT ini bisa kita pertahankan,” kata Ayat. 

Dengan diraihnya opini WTP tersebut, Ayat meminta agar penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh OPD untuk meningkatkan administrasi dan laporan keuangannya.

“Sehingga kesejahteraan masyarakat kita bisa terus meningkat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, dengan diraihnya opini WTP ini, maka Pemko Pekanbaru berhak mendapatkan dana insentif dari pemerintah pusat sebesar Rp 27 miliar.

“Ini tentu sangat membantu kita dalam meningkatkan pembangunan dan pelayanan di kota Pekanbaru,” ujarnya.

Bagi Pemko Pekanbaru opini WTP yang bisa diraih selama dua tahun-tahun berturut ini menjadi sebuah kebanggaan. Sebab tahun-tahun sebelum Pemko Pekanbaru selalu mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Ayat pun berjanji akan melaporkan pencapaian prestasi ini ke Walikota Pekanbaru Firdaus MT yang saat ini sedang cuti saat sudah habis masa cutinya nanti agar diberikan reward kepada pejabat terkait dalam hal ini adalah Plt Kepala BPKAD Alek Kurniawan.

Di sisi lain, Kasubbag Humas dan TU BPK RI Perwakilan Riau, Tulus Budhisatria Rikit, mengungkapkan, dalam pemeriksaan laporan keuangan Pemko Pekanbaru tahun 2017 BPK menemukan sejumlah permasalahan-permasalahan terkait sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Di antara yang menjadi temuan BPK atas laporan keuangan Pemko Pekanbaru tahun 2017 yaitu penatausahaan penerimaan Pendapatan Asli Daerah pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dinilai tidak tertib.

Kemudian, BLUD Puskemas belum menyusun laporan keuangan secara memadai. Selanjutnya, penatausahaan plat uji kir di UPTD Pengujian kendaraan bermotor Dinas Perhubungan yang tidak tertib.

Selain itu BPK juga menemukan adanya nilai aset tetap Pemko Pekanbaru pada neraca per 31 desember 2017 belum disajikan secara lengkap dan akurat. Kemudian belanja listrik di Dinas Perhubungan sebagianya belum dikenakan denda keterlambatan.

BPK juga menemukan adanya belanja jada konsultansi pada dinas perhubungan sebagianya tidak sesuai ketentuan.bTidak hanya itu, BPK juga menemukan realisasi belanja bahan bakar minyak dan belanja penggantian suku cadang dan belanja jasa service pada dinas sosial sebagiannya tidak didukung dengan bukti yang sebenarnya. 

Terkakhir, BPK menemukan adanya kekurangan volume atas belanja modal pada dua OPD.

“Setelah hasil pemeriksaan ini disampaikan ke DPRD dan Walikota, maka harus segera ditindaklanjuti dan digunakan sebagai bahan perbaikan, peningkatan kerja pengelolaan keuangan dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (lex)