TNI Bersama BC Tangkap Truk Bermuatan Ponsel


riaupotenza.com
DIAMANKAN - Truk bermuatan ponsel ilegal diamankan bersama barang bukti.

SIAK (RPZ) — Bekerja sama dengan Be dan Cukai, Korem 031 Wirabima menangkap dua unit truk yang diduga membawa barang ilegal. Penangkapan ini dilakukan di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Kepala Penerangan Resor Militer 031 Wirabima, Mayor Inf Sunarto membenarkan adanya penangkapan dua truk ini. Di mana menurutnya ada dugaan mengangkut barang-barang ilegal.

“Kita membantu memperkuat bea dan cukai dalam hal ini. Memang benar kita telah menangkap dua unit truk yakni berwarna hijau dan orange,” katanya.

Dijelaskan Sunarto meski ikut dalam operasi ini pihaknya belum dapat merinci berbagai barang yang terdapat dalam dua truk tersebut. Bukan hanya itu, pihaknya saat ini juga masih belum mengetahui pemilik barang dalam dua truk ini.

“Keterangan pastinya nanti akan dirilis oleh pihak Bea dan Cukai,” tuturnya.

Informasi yang diterima truk berwarna hijau, diamankan pada Sabtu (2/6/2018) siang. Sedangkan untuk truk kedua berwarna orange diamankan, Ahad (3/6/2018) dinihari. Truk ini ditangkap di Pelabuhan Tanjung Buton, setelah keluar dari Kapal Roro yang baru tiba dari Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Di mana dalam dua truk tersebut terdapat tumpukan berbagai merek ponsel yang dugaan sementara ilegal. Bahkan jika ditaksir barang ini juga bernilai ekonomi tinggi. Ratusan ponsel ini diletakkan di bagian bawah bak truk yang di atasnya diletakkan berbagai barang ilegal lainnya.

Saat ini salah satu truk tersebut sudah berada di Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Jalan Sudirman Ujung. Namun hingga saat ini belum dilakukan pembongkaran. Sementara truk lainnya masih dalam perjalanan.

Meski ditutup dengan lap ban, terlihat huruf dan angka nomor polisi itu timbul, yakni B 9560 UYX. Truk itu berjenis Mitsubishi Fuso.

Humas Bea Cukai Pekanbaru, Agus Rinaldo Simajuntak yang juga mengetahui adanya penangkapan terhadap dua truk yang membawa barang ilegal tersebut, masih enggan berkomentar. Menurutnya hal ini masih dilakukan pengembangan, dan akan memberikan keterangan pers setaelah penyelidikan dan pengembangan selesai dilakukan. rc/pm