Tim Ekspedisi Rimba Temukan Bekas Terowongan Zaman Jepang


riaupotenza.com
Sebuah bekas bangunan yang diduga merupakan peninggalan zaman jepang berupa terowongan.

RENGAT (RPZ) - Lima orang warga yang  tergabung dalam  Tim  Ekspedisi Rimba yang terdiri dari Sawalis, Eri Hasibuan, Engli Jaya, Musdiansyah dan Harianto alias Nai berhasil menemukan sebuah bekas bangunan yang diduga merupakan peninggalan zaman jepang berupa terowongan. 

Lokasi penemuan bangunan tersebut berada di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat Kabupaten. Indragiri Hulu (Inhu), tepatnya disebuah perkebunan sawit milik seorang warga keturunan.

Adapun sisa bangunan yang ditemukan tersebut di antaranya 4 buah pilar yang diduga sebagai tapak tower, lubang dengan lebar 4×4 meter dan memiliki kedalaman sekitar 5 meter yang didalamnya memiliki terowongan.

Eri Hasibuan selaku Tim Ekspedisi  Minggu (3/6) mengatakan, berawal dari adanya cerita orang tua-tua yang mengatakan bahwa di Desa Talang Jerinjing ini dulunya ada tower pemancar. ‘’Dari situ pada Sabtu (2/6) kemarin kita melakukan ekspedisi dengan memasuki berbagai lokasi yang diduga sebagai tempat berdirinya tower tersebut,” terangnya.
 
Lokasi tapak tower tersebut berada di dalam kebun kelapa sawit milik warga, dan sudah dutumbuhi pepohonan, sehingga lubang tersebut sekilas tak terlihat dan tertutup. “Lubang yang ada terowongan dimaksud  itu berada ditengah-tengah 4 pilar yang diduga sebagai tapak tower,” terangnya lagi.

‘’Menurut cerita yang kita dapat, tower tersebut dulunya memiliki tinggi ratusan meter, yang berfungsi untuk komunikasi bagi tentara jepang terhadap daerah lainnya, termasuk hubungan ke negaranya. Namun seiring dengan berjalannya waktu tidak diketahui siapa yang membongkar tower-tower tersebut, dan bahkan masyarakat sudah melupakan keberadaan tower itu,” katanya.
  
Bahkan menurut Eri, berdasarkan informasi yang kita dapat dulunya ada 4 buah tower yang dibangun jepang di Desa Talang Jerinjing ini.Di mana setiap towernya memiliki terowongan yang saling berhubungan.
 
Dirinya berharap, jika yang mereka temukan ini benar merupakan bangunan sisa penjajahan jepang, dan memiliki terowongan dapat dijadikan sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Inhu.

“Itu artinya Kabupaten Inhu juga memiliki Objek Wisata terowongan Jepang, yang menarik minat masyarakat untuk dikunjungi,” pungkasnya. kus