Kades Prihatin, Imbau Warga Jaga Rumah dan Kebun

Kawanan Gajah Liar Porak-Porandakan Rumah Warga


riaupotenza.com
Rumah warga yang diamuk oleh gajah liar. Panji

TALANGMUANDAU (RPZ) -- Nasib apes dialami Arif Santoso (50) warga Jalan Sungai Kili RT 02 RW 03, Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis. 

Saat tertidur lelap, kawanan gajah liar  datang ke tempat tinggalnya dan memporak-porandakan bangunan rumah semi permanen miliknya. Kejadian tersebut terjadi Ahad (3/5) sekitar pukul 03.00 WIB.

Bangunan yang terbuat dari papan itu mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan dinding-dinding rumah sudah dalam keadaan ambruk. 

Tak hanya rumah, sebagian kebun milik pria paruh baya ini juga menjadi sasaran amukan gajah.

Hal tersebut diketahui dari akun Instagram resmi milik BPBD Bengkalis (@bpbdbengkalis). Dipostingan tersebut, ditulis bahwa Minggu 3 juni 2018 sekitar pukul 03.00 WIB telah terjadi amukan gajah yang merusak rumah warga an Arif Santoso warga Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau.

Kejadian tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Desa Beringin, Lahdi S.Sos.

Dikatakan Kades bahwa rumah warga yang menjadi korban gersebut berada di kebun pinggir jalan arah ke KM 54.

Mendengar informasi itu, kepala Desa langsung melaporkan insiden amukan gajah itu ke pihak Pemerintah Kecamatan Talang Muandau dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis. 

"Gajah itu berkelompok, dan saya sudah melaporkan insiden ini kepada Pemcam Talang Muandau dan BPBD Bengkalis melalui anggota yang bertugas di kecamatan Talang Muadau," kata Kades Beringin, Lahdi SSos kepada riaupotenza.com

Sebagai Kepala Desa, dirinya ikut merasa prihatin melihat kondisi rumah warganya tersebut.

"Karena kawanan gajah liar sering merusak rumah dan kebun warga di Desa Beringin. Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Beringin agar secara bersama menjaga rumah dan kebun dengan cara mengusir kawanan gajah yang mengusik ketentraman, " harap Kades. 

Namun demikian, Kades menegaskan agar dalam menjaga lingkungan tersebut, jangan sampai melakukan penganiayaan kepada gajah, karena itu merupakan satwa yang dilindungi oleh Undang-undang.

Atas insiden tersebut, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, BPBD dan Pemerintah Desa telah mengunjungi rumah warga yang menjadi korban amukan gajah tersebut.

"Sampai sekaranh belum ada bantuan, namun sudah ditinjau, mungkin sedang dalam proses, " sebut Kades. (rpz/pan)