Diduga Rugikan Negara Rp 2 Milliar

Kejari Kembali Bidik Kasus Pemda Meranti


riaupotenza.com
Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Meranti, Robby

SELATPANJANG(RPZ)-Dugaan pungutan liar (Pungli) retribusi jasa angkutan laut di Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, masih tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti.

Pulbaket itu juga, menurut Jaksa Fungsional M. Alinnuha saat didampingi oleh Kepala Seksi Pidana Khusus, Robby Prasetya SH MH, mengatakan, saat ini pihaknya telah memanggil sebanyak 10 orang saksi tekait. 

Namun untuk peningkatan status masih menunggu waktu. Karena masih ada kasus lain yang lebih besar yang menjadi atensi oleh pihaknya. 

"Dugaan Pungli di tubuh Dishub itu masih Pulbaket. Saat ini telah ada 10 orang saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangannya : mulai dari instansi terkait, Jasa Raharja, hingga Dispenda," ungkap Alinnuha.

"Namun disamping itu kami saat ini sedang mengantensikan satu kasus yang besar dengan jumlah kerugian negara yang lebih besar dari kasus sebelumnya," tambah Robby kepada Pekanbaru Pos, Senin (4/6/18).

Ditanya terkait hal itu, ia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Terlebih terkait instansi mana. 

"Yang jelas masih dalam ruang lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita tidak mau merilis ini, karena harus hati hati. Takutnya nanti ada upaya menghilangkan barang bukti dan terjadinya hal lain yang tidak diinginkan," ujar Robby. 

Ketika ditanya dugaan kerugian negara yang ditimbulkan atas itu, ia mengungkapkan sebesar Rp. 2 milliar. Minimal menurutnya Agustus 2018 sudah rampung. 

"Agustus 2018 target kami itu rampung, dan abis lebaran sudah bisa kita publikasi hal itu ke awak media," ujarnya.(Wira)