Pengakuan Security Stadion Sultan Agung

Gara-Gara Jari Tengah, Bonek dan The Jak Bentrok


riaupotenza.com

BANTUL (RPZ) -- Bentrok oknum Bonek vs The Jak membuat big match Persija vs Persebaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (3/6) malam, ditunda. Direktur Umum Persija Jakarta, Gede Widiade pun menyambut positif penundaan tersebut.

"Nyawa lebih penting dari pertandingan malam ini. Jadi, kami harap semua pihak bisa menyadari dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran,” katanya.

Setelah rentetan kejadian sejak siang kemarin, pada pukul 20.00 WIB, match comisioner Budi Winarko berdasarkan pertimbangan kepolisian memutuskan pertandingan dibatalkan.

”Karena alasan keamanan serta mencegah terjadinya bentrok antara kedua belah pihak, sudah menjadi keputusan panitia dan aparat keamanan untuk membatalkan pertandingan,” ujar Kabid Humas Polda D.I. Jogjakarta AKBP Yulianto.

Ya, sejak siang hari pukul 11.00 WIB, situasi di Stadion Sultan Agung, Bantul, memanas hingga terjadi betrokan. The Jak mengklaim ada Bonek memalak mereka, sedangkan Bonek mengklaim The Jak menyerang lebih dulu.

Namun, security Stadion Sultan Agung, Bantul, Sehono sebagai saksi mata memberikan komentar berbeda. Pria berusia 34 tahun itu kebetulan berada di lokasi. Dia menceritakan, gesekan berawal dari kedatangan The Jak ke stadion dengan bus dari arah barat.

Bonek yang lebih dulu berada di stadion sejak Sabtu (2/6) lalu menyanyikan lagu perdamaian untuk menyambut The Jak. ”Tapi, ada beberapa oknum Bonek yang mengacungkan jari tengah. Itu yang membuat The Jak tidak terima. Setelah itu terjadi bentrokan,” jelas pria asli Bantul itu.

Karena betrokan itu, dua mobil milik PS Tira berjenis MPV ringsek. Perusakan mobil itu dilakukan oleh oknum Bonek. Kebetulan, dua mobil milik PS Tira itu berpelat B.

Kami dikiranya dari Jakarta. Semua barang di mobil hilang. Bola, tape mobil, tripod, ponsel, dan dompet. Kalau ditaksir kerugian sekitar lebih dari Rp 100 juta. Kami akan tuntut ke panpel Persija sebagai penyelenggara,” tegas Sekretaris Umum PS Tira Yandri.

Selain itu, satu motor berjenis Satria FU juga dibakar Bonek. ”Ada dua orang boncengan. Ternyata pas dilihat, di motornya ada stiker Persija. Langsung diserang oleh Bonek. Untung pemilik motor berhasil menyelamatkan diri,” tutur Sehono, security Stadion Sultan Agung.

Sempat kondusif pada pukul 14.00 WIB setelah gas air mata ditembakkan polisi, tapi kemudian bentrokan kembali terjadi. Setelah itu, bus rombongan The Jak dihalau polisi agar tidak menuju ke stadion. Praktis, Bonek menguasai stadion.

Pada petang hari, meski tak terlihat lagi The Jak, kerusuhan kembali terjadi gara-gara Bonek tanpa tiket memaksa masuk stadion. ”Ini sangat disayangkan. Pengamanan sangat kurang. Di GBT (markas Persebaya, Red), kami selalu menurunkan 2.000 lebih keamanan untuk mengawal Bonek. Ini sangat kurang,” keluh Manajer Persebaya Chairul Basalamah.

Akibat bentrok itu, total ada 33 korban yang mengalami luka ringan. Saat ini mereka dirawat di empat rumah sakit yang berada di Bantul. Pentolan Bonek Hasan Tiro sangat menyesalkan bentrokan yang melibatkan Bonek dan The Jak. Padahal, dia menilai hubungan kedua kelompok suporter sebelumnya cukup bagus.

”Ini karena ada provokasi. Ada yang mau memperkeruh masalah. Kan banyak Bonek yang datang, kami tak tahu mereka darimana saja asalnya. Sulit mengendalikan banyak massa,” ujarnya. (rpz/jpnn)