Serobot Lahan Perkebunan Masyarakat

Satu Ekskavator Nyaris Dibakar


riaupotenza.com
WARGA KESAL - Warga Desa Batu Bersurat kesal dengan operator ekskavator PT SATU yang merusak lahan mereka dan nyaris terjadi amuk massa, Sabtu (2/6).

KAMPAR (RPZ) - Warga Desa Batu Bersurat mendadak heboh dan nyaris menghajar operator alat berat perusahaan PT Satu bernama Indra (40), Sabtu (2/6) siang. 

Indra yang merupakan Ooperator ini bekerja pada PT Sumatera Agro Tunas Utama (SATU). Pasalnya, masyarakat sudah geram dengan ulah penyerobotan lahan yang dilakukan oleh perusahan milik Hartono itu.

Kegeraman warga mulai memuncak ketika ratusan massa datang ke lahan plasma Batu Bersurat di Sei Osang Kelurahan Batu Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar, Sabtu (2/6) untuk menyaksikan aktifitas kru perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut.

Menurut pengakuan salah seorang warga, Diyut menyebutkan bahwa masyarakat sudah sering memberitahukan kepada pihak terkait untuk tidak bekerja. Namun hal itu tidak pernah diindahkan oleh perampas tanah itu.

‘’Warga sudah kerap kali memberitahukan kepada perusahan itu, bahkan surat secara resmi dari KUD juga sudah dilayangkan. Itu diantarkan oleh pihak kepolisian dan dikawal pihak koramil, nampaknya mereka membawa lalu aja surat itu,’’ katanya.

Menurut Diyut, dalam surat itu sudah jelas dibunyikan bahwa pihak Hartono dilarang bekerja sebelum persoalan ini menemukan titik terangnya.

Dari pantauan wartawan, aksi massa dapat dihentikan oleh salah seorang tokoh masyarakat, Hermansyah. Kendati operator juga sempat dihujani tanah kuning, emosi massa cepat dapat diredam.

Menurut pengakuan dari Indra, dirinya tidak tahu bahwa lahan yang dikelolanya itu milik masyarakat.

‘’Kami hanya pekerja bang, kami tidak tahu tanah ini milik masyarakat, pengakuan orang yang menyuruh kami bekerja lahan ini sudah dibeli kepada pihak lain. Alat ini milik Hartono pak, kami hanya makan gaji aja,’’ tukasnya.rpg/pm