Kepergok Mesum, Siswi SMP Digilir 3 Pria


riaupotenza.com
Tersangka Hadi Herianto alias Heri alias Erick yang sempat melarikan diri saat ini sudah diamankan oleh petugas di Mapolsek Pujud.

PUJUD (RPZ) - Malang nasib yang menimpa TH (15), warga Kepenghuluan Teluk Nayang, Kecamatan Pujud. Pasalnya, Rabu (30/5) lalu, ia diperkosa tiga pria yang tidak ia kenal.

Menurut keterangan dari orang tua korban, pada malam itu sekitar pukul 20.30 WIB, anaknya izin keluar bersama dengan pacarnya Ponimin alias Amin (23). Karena ibu korban mengantuk ia pun tertidur. Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, ibu korban terbangun dari tidurnya dan mendapati baju yang dipakai anak gadisnya yang baru saja tamat sekolah menengah pertama (SMP) itu, berada di keranjang cucian yang kotor.

Merasa ganjil dengan hal itu, kemudian ibu korban menanyakan hal itu kepada anaknya. Anaknya mengatakan jika ketika ia buang air besar tadi, bajunya itu terkena kotoran sedikit. Tidak menaruh kecurigaan berlanjut, ibu korban kemudian berlalu untuk tidur kembali.

“Kemudian pada hari Jumat (1/6), ibu korban yang melakukan pengajuan laporan kepada petugas, curiga dengan sikap anaknya itu yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kemudian ibu korban bertanya kepada anaknya, apa yang sudah terjadi,” terang Kapolsek Pujud AKP Rahmad Damhuri Siregar SH, didampingi Kanit Reskrim Bripka Joan Kurniawan kepada riaupotenza.com, Ahad (3/6).

Dalam pengakuannya terang Kapolsek Pujud lagi, ketika korban bersama pacarnya Ponimin alias Amin sedang berduaan di dalam kebun sawit, kemudian mereka dikejutkan dengan kedatangan satu orang yang tidak dikenal. 

Kemudian datang dua orang lagi, ketiga orang yang tidak dikenal oleh korban dan pacarnya ini melakukan pengancaman terhadap korban. Jika tidak mau menuruti perintah, akan diarak keliling kampung karena telah berbuat mesum. Karena korban takut, kemudian korban mau melayani nafsu ketiga orang yang tidak dikenal itu secara bergantian.

Mendengar fakta seperti itu, kemudian orang tua korban melapor kejadian itu kepada Polsek Pujud. Dengan gerak cepat, petugas melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku Ponimin alias Amin pacar korban. Berselang satu hari kemudian tepatnya Sabtu (2/6), petugas menangkap salah satu pelaku bernama Hadi Herainto alias Heri alias Erick (40), yang sudah sempat melarikan diri. Petugas menangkap pelaku di Dusun Bagan Bakti, Kepenghuluan Pasir Putih, Kecamatan Bagansinembah.

Baru Kenal Sebulan

Ponimin alias Amin (23) warga Sukajadi yang berstatus sebagai pacar korban, juga ikut ditahan oleh petugas Polsek Pujud, dengan sangkaan dakwaan pencabulan anak dibawah umur. 

Ketika diwawancarai oleh riaupotenza.com, Ponimin yang hanya memakai celana kaos bola dan bertelanjang dada itu, tampak masih ada rasa trauma. Ini terlihat pada raut wajahnya yang takut, terlebih lagi ia sudah berada di balik jeruji bersama Hadi Herianto alias Heri alias Erick (40), salah satu otak pelaku yang sudah menggilir pacarnya, di malam nahas itu.

Ponimin mengaku, ia baru mengenal pacarnya TH (15) itu, baru sekitar satu bulan yang lalu. Perkenalan katanya karena ada temannya yang mengenalkan mereka. Karena merasa cocok satu sama lain dan benih cinta yang tumbuh pada pandangan pertama itu, membuat dua sejoli ini mabuk kepayang dan tidak memerpedulikan hal-hal yang lain lagi. Terlebih Ponimin yang tidak perduli dengan status pacarnya yang masih duduk di tingkat akhir Sekolah Menengah Pertama.

Singkat waktu kata Ponimin lagi dengan terbata-bata, ia kemudian sering mengajak pacarnya itu jalan-jalan di malam hari. Dengan terlebih dahulu meminta izin dengan orang tua pacarnya itu. 

Perlakuan yang tidak senonoh itu kata Ponimin, ia lakukan dengan pacarnya untuk pertama kalinya, di salah satu Pos Satpam yang berada di wilayah Perkebunan Tunggal Mitra. Kejadian itu genap setelah seminggu perkenalannya dengan TH. Kemudian di dalam bulan pertama pacarannya itu, ia bersama TH kembali melakukan kegiatan memadu kasih itu untuk yang kedua kalinya.

“Kalau yang kedua ini, aku lupa di mana tempatnya. Yang jelasnya kami melakukan itu karena rasa suka sama suka,” kata Ponimin dari balik jeruji Mapolsek Pujud.

Karena ketagihan, Rabu (30/5) di malam nahas itu, ia kembali meminta izin kepada orang tua pacarnya itu, untuk mengajak TH jalan-jalan lagi. Setelah keliling memakai sepeda roda dua, Ponimin kemudian mengajak TH mampir ke dalam kebun sawit yang gelap dan sunyi. 

Di dalam kebun sawit yang berjarak sekitar 100 meter dari jalan besar itu, tepatnya berada di Dusun Usaha Baru, Kepenghuluan Siarang-arang Kecamatan Pujud, Ponimin bersama TH kembali memadu kasih.

Selang tidak berapa lama kemudian, Ponimin dan TH dikejutkan dengan kedatangan orang yang tidak dikenal. Belakangan diketahui namanya Hadi Herianto alias Heri alias Erick, yang langsung menyandera TH dan Ponimin dengan menahan baju dan celana dalam korban. 

Kemudian Hadi Herianto menelepon kawannya dan mengabarkan jika ada mangsa yang ketangkap. Ketika petugas menanyakan kepada Ponimin, kenapa dia tidak melawan ketika yang datang baru satu orang. Ponimin berdalih, karena takut dan juga kaget dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Tidak berlangsung lama kemudian, teman Hadi Herianto bernama Hendrik dan Bernad (DPO) datang, menambah ketakutan Ponimin. Ketiga tersangka yang dikomandoi oleh Hadi 
Herianto ini, menahan telepn genggam Ponimin dan TH. Selain itu, tersangka juga menahan celana dalam korban dan juga bajunya. Kesepakatanpun kemudian dibuat, Ponimin dan TH harus membayar denda kepada ke tiga korban, kalau tidak akan diarak keliling kampung. Selain itu telepon genggam Ponimin ditahan oleh tersangka Hadi.

Kesepakatan Melayani Nafsu Tersangka

Hadi Herianto yang menjadi pentolan dalam kegiatan pemerasan itu, menjadi orang pertama yang menangkap kedua korbannya itu. Hadi mengaku sudah acap kali melakukan modus pemerasan dengan cara menangkap korban yang sedang memadu kasih di lahan sawit tersebut. Dengan mengancam korban akan diarak keliling kampung. Ia bersama rekannya yang masih DPO itu, sudah banyak meraup keuntungan dengan kegiatan tidak terpuji tersebut.

“Biasanya kami meminta uang, dengan cara memfoto korban yang masih dalam keadaan telanjang, kemudian menyandera Hp korban. Setelah itu kami lakukan kesepakatan, kalau mau kami tutup mulut dan Hp yang ditahan kembali lagi, korban harus membayar uang tebusan,” terang Hadi Herianto.

Ketika riaupotenza.com bertanya, kesepakatan untuk melayani nafsunya itu apakah sudah sering dilakukan, Hadi Herianto menegaskan baru kali ini terjadi. Nafsunya datang kata Hadi lagi, ketika melihat tubuh TH dalam keadaan tidak berbusana. 

Selain itu katanya lagi, ketika ia pegang tangan TH, Hadi mengaku TH tidak melawan dan juga tidak ada penolakan. Kemudian katanya otaknya yang sudah diisi oleh nafsu itu, mengajukan kesepakatan kalau TH harus bersedia melayani dia dan dua temannya.

Ponimin kemudian menimpali, ketika ia ditekan oleh ketiga tersangka, bersama TH dia sudah menyembah-nyembah kepada Hadi dan dua temannya, untuk melepasnya dengan cara membayar denda. akan tetapi ketiga tersangka tidak ada memberikan dia dan pacarnya itu kesempatan. “Memang abang ini (Ponimin), sudah meminta kami untuk melepasnya, tapi yang gak tau juga kami gak ada kasihan sedikitpun,” timpal Hadi.

Karena kesepakatan sudah ditentukan, Hadi menjadi orang pertama yang menggagahi TH di balik pohon kelapa sawit, dengan jarak kurang lebih 10 meter dari kedua temannya yang sedang menyandera Ponimin. Kemudian setelah dia selesai, dilanjutnya oleh kedua temannya itu, secara bergilir. Ketika itu kata Hadi tidak ada rasa kasihan sedikitpun kepada korban, yang ditaksir seusia dengan putrinya yang masih duduk di bangku SMA.

“Waktu itu gak ada kasihan sedikitpun, tapi sekarang baru saya menyesal dan meminta maaf,” kata Hadi terbata-bata ketika petugas mengingatkan ia kalau anaknya juga ada yang perempuan.

Kapolsek Pujud AKP Rahmad Damhuri Siregar SH riaupotenza.com di ruang kerjanya mengatakan, saat ini tersangka sedang dalam pemeriksaan kepolisian. elain itu katanya lagi, petugas juga sedang melakukan pencarian terhadap dua tersangka yang menjadi DPO.

“Kepada keluarga korban mohon bersabar, saat ini korban sudah dalam pemeriksaan kami. Jangan berbuat tindakan di luar hukum, percayakan hal ini kepada petugas,” pungkasnya.

Di akhir wawancara riaupotenza.com dengan Ponimin alias Amin yang sebelum berstatus tersangka masih berstatus sebagai pacar TH mengatakan, ia sangat menyesal dengan kejadian tersebut. Terlebih lagi ia tidak bisa berbuat banyak ketika pacarnya digilir oleh Hadi Herianto dengan kedua temannya. 

Ketika ditanya apakah dia masih sayang dengan TH, dengan bola mata yang berlinang air mata, Ponimin menganggukkan kepalanya, dengan perlahan dia berkata.

“Tetap sayang lah bang, walau bagaimanapun dia pacarku, kalau pun disuruh aku nikah sama dia, aku tetap akan menikahinya,” ulas Ponimin dengan tertunduk sedih.her