Longsor akan Selalu Mengancam


riaupotenza.com
TANAH LONGSOR-Warga berdatangan membantu menyelamatkan puing-puing bangunan rumah warga yang tertumpah musibah Tanah longsor.

TANAH MERAH (RPZ) - Bencana Tanah Longsor kembali menghampiri Pemukiman Warga Kecamatan Tanah Merah. Sebelumnya bencana Tanah Longsor yang kerap Melanda ini terjadi Wilayah Kelurahan Kuala Enok, percisnya Di Sungai Perigi dengan mutuskan badan Jembatan II Yang menghubungkan Kelurahan Kuala Enok dengan Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah, belum lama ini.
 
Dua tahun terjadinya Bencana Tanah Longsor Di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah, Bencana serupa kembali terjadi lagi dengan melumpuhkan Dua unit Rumah Warga yang terletak di Jalan Kenangan RR 02 RW 01 Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah.
 
Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (2/6) Sekitar Pukul 12:15 WIB itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai 30 juta. 
 
Kepala Desa Tanjung Baru, Helmi menjabarkan, adapun dua Kepala Keluarga yang menjadi korban Bencana Tanah longsor itu yakni Apai (30) dan Marjohan (60). Dua Orang Warganya yang tertimpa musibah Tanah longsor itu sebenarnya sejak insiden tanah longsor Dua tahun lalu sudah mendapat Relokasi tempat baru di daerah daratan.
 
‘’Mungkin karena pinggir pantai tempat yang strategis untuk Usaha, mereka belum menempati bangunan rumah layak huni yang sudah di bantu pemerintah Kabupaten beberapa waktu lalu,’’ papar Helmi.
 
Saat ini para korban dan Sejumlah warga yang bertempat tinggal di pinggir pantai sudah mengungsi ke darat di kediaman sanak saudara mreka. Beliau juga telah mengajukan rumah layak huni untuk warga yang bertempat tinggal di pinggir pantai.

 ‘’Mudah-mudahan dapat terealisasi dengan harapan warga yang tadinya bertempat tinggal di pinggiran pantai dapat hijrah ke darat. Sehingga sewaktu waktu tidak mengalami hal serupa lagi. Saya imbau warga yang bertempat tinggal di pinggiran pantai sekiranya dapat terus waspada dan kalau bisa untuk sementara dapat mengungsikan diri ke daratan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak inginkan,’’ ucap Helmi.bud