Rusak, Bensin Banjiri Lantai Kapal. 26 Penumpang Dievakuasi


riaupotenza.com

SELATPANJANG(RPZ)-Sekira 26 orang penumpang Speed Boad Tenggiri 04 yang bertolak dari Selatpanjang Meranti, tujuan Serapung Pelelawan terpaksa dievakuasi sebelum tiba di tujuan. 

Pada awalnya kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Nur Syahadah Selatpanjang, Meranti, Minggu (3/6/2018) sekira pukul 13.00WIB. Namun kurang lebih sekitar 15 menit dalam perjalanan, kapal itu lantas mengalami kerusakan pada mesin. 

Saat dilakukan perbaikan terjadi kesalahan teknis oleh mekanik sehingga menyebabkan bahan bakar bercampur air tumpah dan membanjiri ruang penumpang. 

Atas kejadian itu sontak membuat penumpang ricuh, dan spontan mengenakan lifejacket. 

Proses evakuasi pun dilakukan setelah mendapat perintah oleh jajaran Kesyahbadaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kepulauan Meranti. 

Sekira pukul 14.00WIB nakhoda kapal diminta menurunkan penumpangnya di Pelabuhan Dorak, Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Usai proses evakuasi, salah seorang penumpang, Al (38) yang dikonfirmasi mengatakan bahwa minyak Bensin yang menjadi bahan bakar tumpah hingga masuk kedalam ruangan penumpang. 

"Saya melihat minyak tumpah hingga masuk kedalam ruangan kapal. Saya meminta kepada kapten untuk merapat di pelabuhan terdekat. Kalau saja ada percikan api, kapal bisa terbakar," kata Al. 

Penumpang lain, Sri (20) dia mengaku bahwa dirinya sempat panik dan berteriak ketika minyak sudah membanjiri geladak kapal. 

"Iya, saya sempat panik dan berteriak, makanya saya berinisiatif untuk memakai life jacket, sedangkan kapten dan ABK hanya sibuk memperbaiki mesin," kata Sri. 

Kepala Keselamatan Berlayar, Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Suharto mengaku telah meminta seluruh penumpang untuk naik ke pelabuhan dan memerintahkan kapten kapal untuk membatalkan keberangkatan. 

"Setelah kita koordinasi dengan anggota di pelabuhan, kapten kapal mengatakan bahwa ada minyak yang tercampur dengan air, ketika akan membuangnya, minyak yang lain tumpah dan membanjiri ruangan penumpang," kata Suharto. 

"Mereka belum selesai melakukan perbaikan mesin kapalnya, awalnya mereka memperbaiki mesin ditengah laut, makanya kami perintahkan merapat kesini. Untuk keselamatan penumpang maka kami berinisiatif untuk membatalkan keberangkatan, karena kalau dipaksakan berangkat bisa malam sampainya," ujarnya. 

Dari informasi yang diterima, terhadap kerugain materil seperti teket, pihak perusahaan jasa pelayaran tersebut akan menerima mengembalian bagi calon penumpang terkait.(Wira)