Diduga DLH Bengkalis Terima Uang Dari PKS PCR


riaupotenza.com
ilustrasi

DURI (RPZ) Telah beredar isu dilapangan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis yang dijabat oleh H Arman diduga telah menerima sejumlah uang dari pihak manajemen PKS PT Permata Citra Rangau (PCR).  Sejumlah uang yang diberikan tersebut supaya pabrik tersebut tetap terus beroperasi walaupun masih banyak infrastruktur yang harus diperbaiki oleh pihak manajemen.

Salah satunya adalah, perbaikan kolam limbah PKS. Kenapa demikian karena kalau kolam limbah tersebut tidak diperbaiki, maka kalau hujan turun air limbah tersebut akan keluar dan menggalir ke lahan masyarakat. Terkait permasalahan ini, pihak DLH Bengkalis juga sudah menurunkan tim untuk melakukan uji lab air limbah tersebut bebebrapa bulan lalu.

Alhasil, pihak DLH tidak berani mengumumkan ke publik. Tentunya ini menjadi Tanya bagi masyarakat setempat. Bahkan DLH sendiri pun membiarkan beroperasi pabrik tersebut miski sedang dalam menjalani sanksi akibat pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan dari pengoperasian PKS PT.PCR baru-baru ini.

Padahal di Undang-Undnang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah diatur akan tetapi pihak DLH tidak mentaati UU tersebut. Bahkan, PKS PCR juga belum melakukan pembayaran ganti rugi terhadap beberapa lahan dan tempat usaha warga yang terkena dampak limbah PKS beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut diatas waratwan mencoba mengkonfirmasi masalah apakah realisasi penyelesaian atau hasil verifikasi terkait limbah PKS kepada pihak DLH Kabupaten Bengkalis baru-baru ini, tak satupun pihak DLH yang memberikan keterangan. Baik itu Kepala Dinas DLH Kabupaten Bengkalis, H Arman AA, maupun Kabid Penataan Lingkungan Hidupnya, Mahyuddin.

Begitu juga dengan  general manager PKS PCR, Marbun, akan tetapi tidak mendapat konfirmasi resmi dari pihak manajemen melalui sambungan seluler. (mat)