Pipa Minyak Chevron Meledak, Minyak Muncrat  Setinggi  25 Meter


riaupotenza.com
Minyak mentah yang muncrat setinggi lebih kurang 25 meter ke atas.

DURI (RPZ) - Pipa minyak milik PT Chevron Pacific Indonesia  Minyak Muncrat Setinggi 25 Meter (CPI) di Jalan Rangau Km 15 di lokasi Lapangan Pematang, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapann Kabupaten Bengkalis meledak, Sabtu (26/5) malam sekira pukul 21.45 WIB.

Akibat kejadian tersebut, minyak mentah berwarna hitam yang mengalir melalui pipa minyak tersebut, muncrat dengan semburan mencapai ketinggian hingga 25 meter kearah atas. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat tumpahan minyak mentah yang muncrat dari pipa bertekanan tinggi itu.

Hanya saja, tumpahan minyak itu menggenang di sekitar kebocoran pipa yang berdampingan dengan Jalan Rangau, ke sisi sebelahnya berdampingan lahan sawit.

Pipa minyak Chevron di Jalan Rangau KM 15 meledak, kata Jup (38) salah seorang warga setempat menginformasikan. 

“Awalnya, kita mendengar seperti suara ledakan yang kemudian disusul suara gemuruh yang keras,” katanya.

Pantauan di lapangan, tampak sejumlah pekerja dari PT Chevron dan sub kontraktor menangani kebocoran pipa tersebut. Di lokasi kejadian juga tampak alat berat jenis Beko. Tak hanya itu, sejumlah truk tangki juga tampak hilir mudik mengangkut tumpahan minyak.

Terkait tumpahan minyak Lapangan Pematang Km 15, Manager Komunikasi PT Chevron Pacific Indonesia, Danya Dewanti yang dikonfirmasi mengatakan tumpahan ini diduga berasal dari keran minyak (valve) yang dibuka oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan bukan akibat ledakan. Tidak ada korban dan rumah penduduk yang terkena tumpahan minyak akibat kejadian tersebut. PT CPI bekerja sama dengan aparat setempat melakukan penyelidikan kejadian ini.

“PT CPI telah mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengisolasi kebocoran dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pada pukul 24.00 WIB, tumpahan minyak telah berhasil dihentikan. Pada pukul 3.00 WIB, tumpahan minyak telah berhasil dibersihkan dengan cara divakum,” jelasnya. 

“Kami mengimbau semua pihak untuk turut menjaga fasilitas operasi migas yang merupakan aset negara. Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan operasi migas yang aman, andal dan ramah lingkungan,” imbaunya. 

Tanpa Garis Pembatas
Beberapa jam setelah kebocoran minyak mentah milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), lokasi tampak kembali normal. Sejumlah anak-anak tampak bebas bermain di lokasi bekas kebocoran.

Namun sayang, di lokasi kebocoran tak tampak pengamanan khusus, bahkan dibiarkan terbuka tanpa ada garis larangan masuk.  Padahal genangan minyak mentah pun masih terlihat, meski jumlahnya tidak sebanyak saat kejadian awal. Dikhawatirkan, minimnya penjagaan dan belum sempurnanya sterilisasi pembersihan tumpahan minyak dapat menimbulkan masalah bagi masyarakat yang mendatangi lokasi.

“Aroma minyak mentah itu cukup lumayan membuat kepala pusing. Belum seutuhnya bersih, masih ada beberapa titik genangan minyak yang belum bersih sama sekali,” ujar salah seorang warga sekitar lokasi.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah titik galian tampak sengaja dibuat guna mengalirkan minyak yang tak tersedot oleh mobil khusus dan penjagaan dari pihak terkait sama sekali tidak terlihat di lokasi kebocoranan. 

Manager Komunikasi PT CPI melalui Communication Specialist Yulia Rintawati saat dikirimi link berita meledaknya pipa minyak tersebut mengatakan segera mencari info kejadian itu.
“Thanks infonya, kami masih cari info ya,”ujarnya singkat melalui pesan singkat WhatsApp telepon genggamnya. (pme/rpg)