Terkait Pencemaran Nama Baik Terhadap Asmadi

Mantan Penghulu Darussalam Dituntut 7 Bulan Penjara


riaupotenza.com
Terdakwa Ashari, saat menjalani sidang di PN Rohil, Rabu (23-5) sore.

UJUNGTANJUNG (RPZ) - Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Kabupaten Rohil, Rabu (23/5) sekira pukul 16.00 WIB kemarin, menggelar sidang tuntutan terhadap terdakwa Ashari selaku Penghulu Darussalam non aktif. Dalam perkara dugaan tindak pidana pasal 317 junto 310 KUHpidana, tentang pengaduan palsu dan pencemaran nama baik terhadap Asmadi selaku mantan Penghulu Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rohil.

Sidang itu dipimpin oleh Hakim Ketua M. Hanafi SH MH, didampingi dua hakim anggota Lukman Nulhakim SH MH dan Rina Yose SH, dibantu dengan Panitera Pengganti (PP) Richa Rionita Meilani SH. Sementara bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulestari SH, dan terdajwa Asharai didampingi Penasehat Hukumnya, Abdul Haris SH.

Dalam sidang tuntutan itu, JPU menilai bahwa seduai dari keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan fakta persidangan. Jika terdakwa Ashari telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 317 junto 310 KUHpidana, tentang  pengaduan palsu dan pencemaran nama baik terhadap Asmadi selaku mantan Penghulu Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rohil. “Oleh karenanya, kami menuntut 7 bulan penjara terhadap terdakwa,” ujar JPU.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, maka majelis hakim menanyakan apa tanggapan terdakwa terhadap tuntutan itu. “Kami minta waktu untuk membuat pembelaan (pledoi) secara tertulis Yang Mulia,” kata terdakwa melalui Kuasa Hukumnya.

Selanjutnta, Majelis Hakim menutup sidang dan akan melanjutkan sidang pada minggu depan pada hari yang sama. “Sidang minggu depan dengan agenda mendengarkan pemebelaan tertulis dari terdakwa,” jelas M. Hanafi SH, sambil mengetuk palu tanda ditutupnya sidang.

Iformasi dirangkum, bahwa sebelumnya terdakwa Ashari alias Bang As ini tersangkut kasus penjualan lahan kawasan hutan yang diduduki oleh Ashari merupakan lahan konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK HA) PT Diamon Raya Timber di Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Selain hukuman penjara 4 tahun, Ashari, warga Nerbit kecil, RT 011, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan,Kota Dumai ini, juga didenda sebesar Rp 10 miliar.

Apabila Ashari tidak memenuhi atau tidak mampu membayar uang denda Rp 10 miliar tersebut, maka Ashari akan menerima hukuman tambahan selama 6 bulan lagi. Putusan hakim MA RI ini, merupakan tindaklanjut permohonan kasasi yang dilayangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejari Dumai ke MA sekitar dua tahun silam.Fen