Sambut THR dan Gaji ke-13

PNS Bergembira, Honorer K2 Pilu


riaupotenza.com

JAKARTA (RPZ) - Wajar jika ratusan ribu honorer K2 (kategori dua) merasa pilu atas kebijakan pemerintah yang menyediakan dana hingga Rp 35,76 triliun untuk Tunjangan Hari raya (THR) dan gaji ke-13 para PNS.
 
Di saat mereka sedang berjuang agar bisa diangkat menjadi CPNS, pemerintah menaikkan THR bagi PNS, TNI/Polri serta pensiunan. Mereka merasa mendapat perlakuan diskriminatif dari kebijakan yang diambil Presiden Jokowi ini.
 
“Hanya bisa ngelus dada saja serta berucap innallilahi wa inna ilaihi rojiun. Nih bapak presiden apa tahu kondisi rakyatnya, apa tidak iya. Honorer sangat menderita, kerja di lingkungan yang sama, dengan pekerjaan yang sama pula, tapi dapat perlakuan diskriminasi,” tutur Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Jawa Timur Eko Mardiono, Kamis (24/5).
 
“Dalam hati berkecamuk berbagai rasa kesal. Kok seperti ini nasibnya honorer. Perhatian dari pemerintah tidak ada sama sekali. Senang di atas penderitan orang lain itu kata yang tepat. Honorer sangat-sangat prihatin dengan kondisi ini,” tegas Eko.
 
Dia berharap semoga di bulan Ramadan ini, Allah membukakan pintu hati para petinggi bangsa ini agar paham akan sebagian nasib honorer.
 
Semoga di tahun ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) juga telah menyelesaikan daftar inventarisasi masalah (DIM) agar segera dibahas revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan payung hukum pengangkatan honorer K2 jadi CPNS. 

Keputusan pemerintah untuk menaikkan THR PNS dan pensiunan membuat honorer sedih. Meski menjalankan tugas sebagai abdi negara layaknya PNS, mereka tidak mendapatkan THR.
 “Setiap kali PNS terima THR, kami hanya bisa gigit jari. Kadang kalau dengar guru-guru PNS membahas THR kami pilih menghindar, malu campur sedih,” ungkap Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih, Rabu (23/5).
 
Dia pun menyatakan keheranannya, pemerintah ternyata punya cadangan dana banyak. Terbukti bisa menaikkan besaran THR PNS. 
 
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyayangkan besarnya anggaran THR dan gaji 13 PNS dimaksud, sementara nasib honorer K2 selama ini tidak mendapat perhatian pemerintah.
 
Menurut Fadli, seharusnya dana yang ada dipakai untuk mengangkat honorer yang mengabdi cukup lama, sebagai PNS. Bahkan, kata Fadli, justru honorerlah yang seharusnya diberikan THR.
 
“Saya harap ada kejelasan status, dan mereka yang diberikan THR. Sebab, mereka sudah mengabdi,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/5).
 
Fadli mengungkapkan, jumlah honorer sangat banyak, bahkan menembus angka ratusan ribu. Karena itu, dia mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan honorer tersebut.

 “Harusnya paling tidak secara bertahap menyelesaikan persoalan honorer ini menjadi pegawai negeri,” ungkap Fadli.jpnn