Begini Kronologisnya Insiden Maut, 4 Tewas 9 Luka


riaupotenza.com
Kondisi bus sekolah dan Dump truk muatan sirtu yang terlibat kecelakaan yang menyebabkan 4 tewas dan 9 luka di KM 57 Jalan Lintas TimurĀ 

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Insiden maut antara Bus Sekolah PT Indosawit BM 7947 AV dengan Dump Truck Hino  muatan sirtu BM 8364 ZU dan Sepeda motor Honda Astrea Grand tanpa nopol  serta sepedamotor Honda Revo 4783 OJ yang sekaligus merenggut 4 korban jiwa serta 9 lainnya menderita luka-luka menjadi kecelakaan terbesar yang terjadi di Jalan Lintas wilayah hukum Polres Pelalawan selama 5 bulan terakhir ini.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (22/5) di Jalan Lintas Timur KM 57 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan itu menyebabkan 4 korban meninggal dunia masing-masing Samsudin (51) warga Pangkalan Kerinci meninggal dunia di TKP dan di bawa ke RSUD Selasih, Sandro Simbolon  (57) warga SP V Pangkalan Kerinci  meninggal di TKP, Rizki Nasib Rotua Nababan (20) SP 5 Pangkalan Kerinci meninggal di TKP dan dibawa ke RSUD Selasih dan Efendi Nahumpun (45) warga  Desa Bukit Agung Kerinci Kanan Kabupaten Siak mengalami luka robek pada tangan sebelah kiri dan tidak sadarkan diri dan meninggal dunia di RSUD Selasih,

Sedangkan 9 korban yang mengalami luka-luka, Anjas Siahaan (19) warga  SP 5 Desa Mekar Jaya  Pangkalan Kerinci mengalami lecet pada wajah, robek pada kaki kanan dan memar di dada,  Alianto Pakpahan (16), Hendri Manurung (45), Ridwansyah Sirait (14) pelajar warga Desa Bukit Agung Kecamatan Kerinci Kanan Siak mengalami patah kaki kanan, Leo Pernando (38) warga Siak menderita luka  robek pada kaki kanan,sesak pada dada dan dirujuk ke RSUD Selasih,  Revaldo Manurung (19) warga SP 5 Desa Mekar Jaya Pangkalan Kerinci  mengalami robek di jari kanan juga dirujuk ke RSUD Selasih, Imanuel Pakpahan (12) alamat yang sama mengalami sesak pada dada, Pardamaean Sihombing (21)  lecet pda tangan kanan dan Darwin Paisal Gultom (21).

Dari hasil olah TKP oleh Satlantas Polres Pelalawan seperti disampaikan Kapolres AKBP Kaswandi Irwan, S.Ik, kronologis kecelakaan beruntun yang menyebabkan kerugian jiwa dan materil ditaksir Rp 50 juta itu berawal saat  Bus sekolah BM 7947 AV  dengan identitas sopir yang belum diketahui bergerak dari arah Pekanbaru menuju arah Pangkalan Kerinci. Pada saat melintasi TKP kecelakaan di Jalan Lintas Timur KM 57 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci terdapat tumpukan buah sawit yang tumpah di jalur sebelah kanan dari arah Pekanbaru menuju arah Pangkalan Kerinci.

Selain itu terdapat kendaraan yang parkir di pinggir jalan sebelah kanan dan kiri jalan dari arah Pekanbaru sehingga bus sekolah yang baru pulang antar jemput anak karyawan perusahaan dari sekolah BM 7947 AV tersebut bergerak pelan-pelan. Tak lama berselang, datang  dari arah belakang bus sekolah PT Indosawit satu  dump truck Hino BM 8364 ZU bermuatan sirtu. Sayangnya kendaraan berat ini tidak menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depan sehingga menabrak bagian belakang Bus sekolah BM 7947 AV yang sedang gerak pelan.

Akibatnya, kedua kendaraan terseret ke kiri bahu jalan dari arah Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci dan menabrak 2 unit sepeda motor yang sedang parkir berhenti di bahu jalan sebelah kiri dari arah Pekanbaru yang ada di TKP. Tak sampai di sana, kendaraan itu juga menabrak pekerja yang sedang memuat buah sawit di  TKP. Tak bisa dielak dua korban yang ditabrak meninggal dunia seketika dan tertimbun kendaraan yang terguling keluar dari bahu jalan. Dua lain kritis dilarikan ke rumah sakit namun ajal lebih dulu menjemputnya. Sedangkan 9 korban lainnya dibawa ke rumah sakit Efarina dan RSUD Selasih.

Menurut Kapolres penyebab kecelakaan diduga, karena dump truck Hino muatan sirtu BM 8364 ZU tidak menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depannya pada saat di jalan agak turunan dari arah Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci sehingga mengakibatkam terjadinya kecelakaan.

Proses evakuasi berjalan agak lambat. Apalagi banyak kendaraan yang ikut terhenti serta masyarakat yang menyaksikan kejadian itu. Setidaknya beberapa unit alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang tertimbun.amr