Ditolak Kuasa Penggugat, Saksi dari PT. SIS Tetap Percaya Diri Beri Keterangan


riaupotenza.com
Setelah dua kali terjadi penundaan jadwal sidang perkara perdata antara masyarakat yakni Sabar Samosir Cs, melawan PT. Sinar Inti Sawit (SIS). Akhirnya, Rabu (16/5/2018) sore kemarin.(sukardi)

BENGKALIS (RPZ) — Setelah dua kali terjadi penundaan jadwal sidang perkara perdata antara masyarakat yakni Sabar Samosir Cs, melawan PT. Sinar Inti Sawit (SIS). Akhirnya, Rabu (16/5/2018) sore kemarin, sekitar pukul 02.30 WIB, sidang keterangan saksi tergugat PT. SIS diperdengarkan di meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Bengkalis.

Dalam persidangan tersebut, masing-masing kuasa hukum baik tergugat dan penggugat hadir dan sama-sama mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum PT. SIS. Saksi yang dihadirkan seorang asisten kebun PT. SIS yang sampai hari ini masih bekerja di PT. SIS dan digaji sesuai dengan jabatannya.

Sidang kali ini, sempat mendapatkan penolakan dari kuasa hukum tergugat Sabar Samosir Cs, melalui kuasa hukumnya Albert Hamonangan Simatupang, SH, MH. Albert secara terang-terangan menolak saksi dari tergugat dihadapan majelis hakim.

Walau saksi ditolak, namun saksi dari PT. SIS itu tetap “PD” memberikan keterangan dihadapan majalis hakim. Saksi juga mengakui jika lahan pihak tergugat merupakan lahan yang pernah dikerjakan PT. SIS dengan alat berat.

“Saksi dari perusahaan ini, kita tolak. Karena saksi ini sampai hari ini masih bekerja di PT. SIS sebagai asisten kebun, dan ini tentunya menjadi dasar penolakan kita,”kata Albert Hamonangan Simatupang.

Penolakan dari penggugat itu tetap menjadi catatan dari majelis hakim. Sehingga, untuk kesaksiannya tetap diperdengarkan, dengan alasan keberatan dari penggugat bisa disampaikan dalam kesimpulan (konklusi) oleh para pihak.

Sidang agenda pembuktian tersebut, majelis hakim diketuai Zia Uljannah Idris, SH, MH didampingi dua hakim anggota Aulia Fhatma Widhola, SH, MH, dan Wimmi D Simarmata, SH. Majelis hakim saat itu kembali menutup sidang dan menjadwalkan dengan agenda kesimpulan pada Rabu, 23 Mei 2018 mendatang.(pmc)