Akibat Belum Ada Pemenang  Lelang Sampah Zona I


riaupotenza.com
Sampah terus menumpuk di Jalan Duyung.

KOTA (RPZ) - Tumpukan sampah tampak memanjang hingga 7 meter di Jalan Duyung Pekanbaru. Tumpukan sampah ini juga menimbulkan bau busuk.

Tidak hanya di pinggir jalan, sampah juga menumpuk di dalam saluran pembuangan air, yang menyebabkan saluran air itu tersumbat.

Menurut salah seorang warga Jalan Duyung, Syaipul, permasalahan sampah yang menumpuk ini sudah terjadi sejak lama. Namun, sampai saat ini belum diselesaikan pemerintah.

“Ini dari dulu Bang, tapi tak pernah diselesaikan Pemko,” ujar seorang warga Jalan Duyung, Akbar. 

“Kalau lewat sini juga gak enak baunya,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Mawan. Warga yang mengaku sering melintasi Jalan Duyung ini mengaku selalu tidak nyaman ketika melewati tumpukan sampah ini.“Jadi eneg aja,” kata dia jijik.

“Aku inginnya pemerintah rutin mengangkut sampah yang ada di sini,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru beralasan sampah di sepanjang Jalan Duyung tidak pernah selesai dikarenakan kurangnya armada.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas DLHK Pekanbaru melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengolahan Sampah DLHK Kota Pekanbaru Shanty Rahmayati, Selasa (16/5).

Shanty mengatakan, pengang  kutan  sampah  sepanjang Jalan Duyung  dilakukan setiap hari. Namun menurutnya, pengangkutan sampah hanya diberlakukan sekali dalam sehari.

“Diangkut, sekali sehari. Biasanya trip siang. Ini karena masih terbatas dengan armada kita,” ujarnya.

Selain karena faktor keterbatasan armada, Shanty juga menuturkan perilaku buruk masyarakat juga menjadi penyebab kenapa sampah di sepanjang Jalan Duyung tidak pernah selesai.

“Kadang masyarakat setelah diangkut, sejam lagi ngantar (sampah) dia. Sampai bersih, kadang yang tersisa itu yang masih nempel sama tanah yang sudah lama itu,” klaimnya.

Shanty menambahkan, faktor belum adanya pemenang lelang (pengangkutan sampah) di zona 1 juga menjadi penyebab sampah masih berserakan di sepanjang Jalan Duyung.

“Kalau ada zona 1 baru teratasi,” pungkasnya. (lex)