Didatangi Satpol PP Pemilik Lapo Tuak Janji Tutup Selama Ramadhan


riaupotenza.com
Personil Satpol PP dan Damkar Pelalawan saat mendatangi lapo tuak di Jalan Keluarga Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur karena mengganggu warga setempat dan dekat dengan musholla

PANGKALANKERINCI-HS (40) pemilik lapo tuak di Jalan Keluarga Gang Rukun, persisnya bersebalahan dengan Perum GSA Kelurahan Pangkalan Kerinci berjanji akan menutup lapak usaha terlarangnya selama Ramadhan 1439 H ini. Tobat ini, disampaikan HS setelah didatangi tim Satpol PP dan Damkar Pelalawan untuk menertibkan tempat usahanya tersebut.

‘’Janjinya,  mulai hari ini sampai berakhirnya puasa Ramadhan, lapo tuaknya tidak ada lagi dijadikan tempat ngumpul dan mabuk-mabukan,’’kata Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pelalawan H Abu Bakar Fisda Eli,S.Sos, M.Ap, Rabu (16/5).

Kendati sudah meneken surat pernyataan dan perjanjian menghentikan aktivitas transaksi lapo tuak, namun tetap beroperasi maka sanksi tegas akan ditimpakan kepada HS. ‘’Jika ditemukan masih beroperasi,  Satpol PP dan Damkar kembali bertindak tegas. Sekarang terus kita pantau,’’tegas Abu Bakar didampingi Kasi Penertiban Sofyan,SH,MH sambil menyebutkan lapo tuak itu didatangi puluhan personil Satpol PP dan Damkar sekitar pukul 16.50 WIB kemarin.

Penertiban lapak tuak ini sambung Sofyan, bukannya tidak beralasan. Alasannya, adanya surat dari BKM Musholla setempat yang berjarak lebih 30 meter dari lapo tuak yang merasa risih dan terganggu karena ulah dari pengunjung lapo tuak tersebut.  ‘’Dasar penertiban adalah surat yang dilayangkan oleh pengurus BKM Mushalla dan juga warga ke Mako Satpol PP dan Damkar,’’paparnya seraya menjelaskan, karena sudah memenuhi unsur serta surat protes warga dan pengurus mushalla sudah dilayangkan ke  Satpol PP dan Damkar, maka wajib pihaknya tindak lanjuti.

‘’Untuk beberapa hari kedepan lapo tuak tersebut akan dipantau dan dalam pengawasan kita.  Jika masih ditemukan tempat tuak tersebut dijadikan tempat mabuk-mabukan maka Satpol  PP dan Damkar akan menindak tegas,’’ujarnya tegas.

Menurut Kasi Penertiban, dalam penertiban itu tidak ada barang bukti (BB) yang disita. ‘’Memang penertiban kali ini tidak ada barang atau minuman tuak yang kita amankan, melainkan hanya memberikan peringatan keras kepada penjual agar untuk saling menghargai ummat muslim yang akan melaksanakan puasa Ramadhan. Apalagi jaraknya kurang lebih 30 meter tentu sangat mengganggu,’’bebernya.

Pihaknya lanjut Sofyan melakukan penertiban dengan cara persuasif yaitu melakukan pendekatan kepada penjual tuak agar tidak lagi berjualan tuak di tempat itu apalagi sangat berdekatan dengan tempat ibadah umat muslim , apalagi untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa.amr