Barantan Riau Musnahkan Hampir Satu Ton Sembako Ilegal


riaupotenza.com

SELATPANJANG(RPZ)-Balai Karantina Pertanian dan Tumbuh Tumbuhan (Barantan) wilayah kerja Selatpanjang, Kepulauan Meranti, musnahkan 535 kilogram bawang merah, serta 296 kilogram beras ilegal asal Malaysia. 

Perhelatan pemusnahan barang tegahan para mafia sembako itu dipusatkan di Kampung Lentuk, Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupatrn Kepulauan Meranti, Selasa (15/5/18) pagi.

Pemusnahan itu dengan cara dibakar. Seperti disampaikan oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Ferdi kepada wartawan.

Menurutnya, bawang merah dan beras tersebut merupakan hasil penindakan Ditpolair Polda Riau pada pada tanggal 23 Maret 2018 di perairan Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti. 

Usai rampung pemberkasan, Ditpolair Polda lalu melimpahkan barang terkait ke Barantan Kelas I Pekanbaru.

Tambahnya lagi, pemusnahan dilakukan lantaran barang tersebut tidak berdokumen yang sesuai undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 pasal 5 tentang Karantina Tumbuhan dan Hewan.

"Pemasukan Bawang Merah dan Beras tersebut tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan dari negara asal yaitu Malaysia. Selain itu pemasukan Bawang Merah dan Beras tersebut tidak dilengkapi Certificate of Analysis (CoA) dan Prior Notice," kata Ferdi.

Lebih lanjut dikatakan, pemusnahan bawang merah dan beras tersebut dalam rangka mencegah masuknya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Selain itu untuk menghindari bahan makanan yang tidak laik konsumsi, bahan pangan yang dimasukkan secara ilegal juga tidak melalui pengujian kesehatan terlebih dahulu di negara asal.

Menyikapi hal itu juga, ia dan rekan kerja maku merasa kesulitan dalan mantau masuknya barang ilegal ke Kepulauan Meranti. 

Hal itu terbentur atas banyaknya pelabuhan tikus, ditambah lagi dengan jumlah personilnya yang terbatas.

Pemusnahan tersebut dihadiri dan disaksikan oleh Korwas PPNS Polda Riau, Ditpolair Polda Riau dan pemilik barang. (Wira)