Soal Baliho “Salam 4 Jari”

Bawaslu Riau Dinilai Salah Tafsir 


riaupotenza.com

PEKANBARU (RPZ) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, Rusidi Rusdan Lubis merekomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menurunkan baliho Komunitas Salam 4 Jari dengan foto Airlangga Hartarto, yang dianggap melanggar aturan.

Menurut pihak Bawaslu Riau, baliho itu melanggar pasal 70 ayat (1) dan (2) peraturan KPU no 4 tahun 2017. Aturan tersebut menjelaskan partai politik atau gabungan partai pasangan calon atau tim kampanye dilarang mencetak dan menyebarkan bahan kampanye selain dalam ukuran jumlah serta lokasi yang sudah ditentukan KPU Provinsi, kabupaten dan kota.

Namun, apa yang dinilai menyalahi aturan oleh Bawaslu Riau itu langsung disanggah oleh Yayasan Salam 4 Jari. Juru Bicara Yayasan Salam 4 Jari, Anick HT menyebutkan jika Bawaslu Riau salah tafsir terkait baliho tersebut.

Dijabarkan Anick, billboard tersebut dipasang atas nama “Yayasan Salam 4 Jari,”. Lembaga civil society yang terdaftar di akte notaris Suprapto SH yang berkedudukan di Jakarta Selatan. Akte pendirian no 6 bertanggal 6 Maret 2018.

Yayasan tersebut telah disahkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No AHU-0003158.AH.01.04 Tahun 2018. Bahkan, yayasan ini juga juga secara resmi mengantongi Surat Keterangan Terdaftar Di Departemen Keuangan RI No: S-965KT/WPJ.04/KP.0103/2018.

''Baliho itu sama sekali tak ada hubungan dengan kampanye partai politik ataupun calon pilkada di daerah manapun, termasuk provinsi Riau,'' tegas Anick.

Kemudian, lanjut Anick, sosok Airlangga Hartarto yang terdapat dalam baliho, tidak berposisi sebagai ketua Partai Golkar maupun tim kampanye siapapun. Namun sebagai sosok yang menjadi inspirasi dari 4 (empat) program yang digaungkan Komunitas Salam 4 Jari.

''Baliho tersebut semata ditujukan untuk mensosialisasikan gagasan sebagaimana yang tercantum di dalamnya, yakni terbukanya lapangan pekerjaan untuk  rakyat kecil, sembako murah untuk rakyat, rumah dengan harga dan akses terjangkau untuk rakyat dan pemanfaatan Revolusi Industri ke 4 bagi generasi milenial,'' papar Anick.

Anick mengakui, program tersebut terinspirasi dari gagasan tokoh Nasional Airlangga Hartarto. Maka dari itu, baliho tersebut di pasang sebagai bagian dari hak Yayasan Salam 4 Jari sebagai civil society untuk mendukung sebuah gagasan besar.

''Baliho tersebut tidak hanya dipasang di provinsi Riau, tetapi juga dipasang di 9 provinsi yang lain di Indonesia. Menurut kami, Bawaslu Riau telah melakukan penafsiran yang keliru atas Peraturan KPU no 4 Th 2017 pasal 70 ayat (1 )dan (2). Dengan penjelasan ini, kami berharap dapat memberikan penjelasan yang cukup memadai, khususnya bagi Bawaslu Riau yang telah salah tafsir,'' beber Anick.rls