 Akhir Desember 2017 Baru Selesai 30 Persen, Terminj 80 Persen

Disinyalir Proyek Asrama Putra Yatim Ibadurahman “Dimainkan”


riaupotenza.com
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tajul Mudarris.(dok.rpz)

PINGGIR (RPZ) — Proyek bangunan Asrama Putra Rumah Yatim Ibadurahman, Jalan Kelapa, Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir senilai Rp 1,949 miliar hingga kini belum bisa difungsikan. Proyek yang dikerjakan CV Jaya Putra pada APBD Tahun 2017 tersebut disinyalir “dimainkan”.

Meski terdapat penambahan waktu pekerjaan (addendum) selama 50 hari kelender di Februari 2018, namun proyek Pemkab Bengkalis bersumber dari APBD itu, tak kunjung selesai.

Dari alur pekerjaan itu ada yang janggal, pekerjaan tersebut tetap masih dilangsungkan sampai Maret 2018. Bobot pekerjaan di akhir Desember 2017 itu baru mencapai 40 persen. Anehnya, kok bisa pihak terkait seperti KPA itu membayarkan pekerjaan bisa 80 persen,” papar salah seorang rekanan (kontraktor) yang minta namanya dirahasiakan kepada Riaupotenza.com, Kamis (10/5/2018).

Ia mengatakan, tujuan dari pelaksanaan proyek atau penganggaran dari pemerintah itu setiap tahunnya ke masing-masing kecamatan, jelas untuk memeratakan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun sayangnya, setiap pembangunan yang dilaksanakan oleh rekanan terkadang tidak berkualitas, dan tak jarang pada proses pencairan terjadi pilih kasih atau istilah ada anak tiri dan anak kandung.

Sehingga kondisi ini sangat disesalkannya. Terutama sikap dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), karena ada rekanan yang pekerjaannya sudah selesai 100 persen, tapi terminj belum juga dibayarkan.

Sementara pekerjaan yang baru selesai 40 persen tapi dibayarkan sudah 80 persen. Seperti tahun 2017 itu, transfer dana bagi hasil (DBH) itu dibayarkan pada akhir Februari atau awal Maret, ini sampai sekarang belum ada tanda-tanda proyek yang sudah terminj 100 persen akan dibayarkan.

Kita yang sudah selesai pekerjaan sebelum akhir 2017, sampai sekarang belum dibayarkan terminj kita. Ini kan aneh, sementara pekerjaan masih 40 persen malah sudah menerima terminj sampai 80 persen. Kok bisa begitu Pemkab Bengkalis, keluhnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, ia meminta kepada pihak berwenang seperti aparat hukum untuk mengusut proyek tersebut. Sama-sama rekanan kenapa harus berbeda dan kenapa bisa dipilih-pilih kasih, tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tajul Mudarris, Kamis (10/5/2018) saat diupayakan konfirmasi melalui dua nomor ponselnya tidak aktif, dan beberapa kali diupayakan melalui Short Message Service (SMS) juga tidak ada balasan.(mat/pmc)