Isu Mutasi di Pemkab Kuansing Merebak


riaupotenza.com
ilustrasi/int

Kuansing (RPZ)--Baru dua minggu Dianto Mampanini dilantik sebagai Sekdakab Kuansing, isu mutasi dan pergeseran pejabat eselon di lingkungan Pemkab Kuansing mere­bak beberapa hari belakangan ini. Bah­kan isu itu semakin santer diper­bincangkan sejumlah kalangan.

Tidak terkecuali, isu mutasi ini merebak jadi bahan perbincangan para Pegawai Negeri Sipil (PNS), para jurnalis, tak terkecuali politisi. Topik perbincangan utama adalah seputar wacana mutasi atau pergeseran di jajaran eselon II hasil job fit beberapa waktu lalu. 

Seperti mutasi para kepala dinas hasil job fit. Isu lain, yakni adanya beberapa jabatan eselon II yang belum terisi dan dijabat pelaksana tugas, demosi pejabat, dan sejumlah pejabat yang memasuki masa pensiun.

Malah isu mutasi telah jadi perdebatan hangat. Bahkan beredar kabar proses mutasi tersebut akan digelar, Rabu (8/4).


Akibat beredarnya isu ini, banyak di antara para pejabat eselon II di Pemkab Kuansing menjadi resah. Pengaruhnya, jelas-jelas berdampak pada anjloknya semangat kerja para ASN yang bakal di mutasi. 

Awalnya, isu mutasi ini hanya beredar di kalangan sejumlah pejabat eselon saja. Namun, saat ini telah menyebar hingga ke level staf hingga ke media massa. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing DR Dianto Mampanini membantah bahwa akan ada mutasi pejabat eselon II.  Ia bahkan terkejut saat dikonfirmasi Pekanbaru Pos soal mutasi melalui telepon selulernya. 

"Saya malah belum tahu. Tahu informasi dari siapa," tanya Dianto. Lanjutnya, ia mengaku sedang rapat dengan sejumlah pejabat di ruangannya. 

Sementara Ketua Komisi A DPRD Kuansing Musliadi  SAg mengatakan bahwa hasil job fit belum jelas. Menurutnya, bupati seharusnya segera melakukan mutasi hasil job fit. Pasalnya jika tak segera dilantik, karena ada sejumlah pejabat yang memasuki masa pensiun. 

"Job fit belum jelas. Kalau tak dilantik hingga bulan agustus, maka ada yang pensiun, " katanya. (cil)