55 Kg Sabu Asal Bengkalis

Polda Bakar Narkoba Senilai Rp 81 Miliar


riaupotenza.com
MUSNAHKAN - Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Nandang MH dan jajarannya saat melakukan pemusnahan sabu di Mapolda Riau, Selasa (8/5)

PEKANBARU (RPZ) - 16 bandar dan kurir narkoba terpaku menyaksikan Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Nandang MH bersama personel memasukkan puluhan kilogram sabu dan ribuan ekstasi kedalam alat pemusnah sabu di depan Mapolda Riau, Selasa (8/5). 

Barang haram yang dimusnahkan ini terdiri dari sabu seberat 70,689 kilogram dan ekstasinya sekitar 46 ribu butir. 

Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Nandang MH menyatakan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan tangkapan Polda Riau dan jajaran, di kurun waktu tiga bulan di tahun 2018. 

‘’Penangkapan dan pemusnahan ini, sebagai bukti ini upaya pencegahan peredaran narkoba,’’ kata mantan Kapolda Sulawesi Barat itu. 

Lanjut Nandang, seluruh barang bukti ini diamankan dari 16 orang tersangka yang diamankan di sejumlah lokasi. Salah satunya termasuk tangkapan sabu di Bengkalis yang baru-baru ini diamankan 55 kilogram sabu sabu.

‘’Total keseluruhan nilainya Rp81 miliar lebih,’’ ungkapnya.

Kapolda mengungkapkan, tindakan ke 16 tersangka yang diamankan ini, dapat membahayakan bangsa terutama generasi muda. Sementara itu, di tahun 2018 ini pihaknya sedang menangani dan menerima sebanyak 12 laporan polisi. 

Untuk kedepannya, pihaknya berharap tidak ada lagi aksi peredaran narkoba di Provinsi Riau. Nandang menyatakan, pengungkapan ini dapat dilakukan berkat partisipasi masyarakat.

‘’Diharapkan kedepannya, peran serta masyarakat untuk mengungkap narkotika di Riau dan di Indonesia,’’ ajak dia. 

Proses pemusnahan narkotika sitaan ini dilakukan dengan cara dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam alat pemusnah narkoba milik BNNP Riau. 

Alat khusus ini bernama Inseminerator. Terpisah, Wakil Direktur Reserse Narkotika (Wadirresnakorba) Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi mengatakan, setelah pemusnahan ini pihaknya masih mencoba mendalami kasus Tindak pidana pencucian uang (TPPU) nya.

Lebih jauh, sambung Andri sejak tahun 2016 ada satu kasus TPPU, dan tahun 2017 ada tiga kasus TPPU. Kemudian di tahun 2018 ada satu kasus TPPU.

Terkait kasus narkoba 55 kilogram yang diamankan di Bengkalis pihaknya mencoba pendalaman Tindak pidana pencucian uang (TPPU).   ‘’Untuk kasus Bengkalis dari hasil pemeriksaan belum mengarah kesana (TPPU, red). Namun, pihaknya mengaku akan mencoba melakukan pendalaman kearah penindakan TPPU nya. Hal ini jelasnya, tidak menyangkut besarnya barang bukti.

‘’Untuk di tahun 2018 ini, hanya satu kasus. Itu kasus 2,5 kilogram sabu yang diamankan dikawasan Kandis,’’ ungkapnya.

Untuk kurir ini, lanjut Andri, pihaknya menduga ada upaya memperkaya diri. Karena adanya temuan sejumlah dana yang besar dalam rekeningnya. Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto SIK yang menyatakan, untuk kasus sabu Bengkalis. Pihaknya mendapatkan ada tiga orang daftar pencarian orang (DPO).   Mereka ini adalah merupakan, pemasok dan penerima serta penghubung kepada pemesan dan pemberi barang bukti sabu.

‘’Soal 55 kilogram sabu kemarin, hasil interogasi barang bukti didapat dari orang di Malaysia. Sekarang mereka sedang kita buru,’’ pungkasnya. pm