Ribut Batas Tanah, Berujung Kematian


riaupotenza.com
DIKEBUMIKAN - Maryanto (45) warga Desa Karya Indah, dikebumikan di area pemakaman keluarga.

TAPUNG (RPZ) - Persoalan batas tanah berujung kematian kali ini terjadi pada Maryanto Alias Robin (45) warga Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung. 

“korban meninggal, Ahad (6/5) sekira pukul 19.00 WIB di RS Eka Hospital setelah dirawat selama lima hari,” jelas Kapolsek Tapung Kompol Indra Rusdi SH, Senin (7/5).

Disebutkan, pihaknya sudah menangkap satu pelaku atas nama Sumarno dan kini sudah diamankan di Mapolsek. 

Sebelumnya korban cekcok mulut dengan empat pelaku sekuriti Pondok Pesantren Umar Bin Khatab, Rabu (2/5) sekira pukul 09.00 WIB.  

Saat itu empat sekuriti Ali Mison (27), Wan Syaifull (27),  Muspian (37) dan Sumarno alias Marno (36) yang merupakan sekuriti pesantren tersebut. 

Awalnya diceritakan Kapolsek, Selasa tanggal 2 Mei 2018 sekira pukul 09.00 WIB, sewaktu Ali Mison dan Syaifull serta pelaku Sumarno melaksanakan tugas sebagai sekuriti di pondok pesantren Umar Bin Khatab. 

Lalu mereka melihat korban melintas di dalam areal pondok pesantren. Pelaku dan Ali Mison mengikuti korban, lalu korban berhasil ditemukan oleh pelaku dan Ali di Jalan Rajawali dan saat itu terjadi cekcok mulut antara Ali  dan korban sedangkan pelaku hanya diam saja.

Tiba-tiba korban terlihat mengayunkan gagang mesin rumputnya kearah Ali sambil berkata kasar, melihat hal tersebut Sumarno secara tiba-tiba memukulkan martil yang ditangannya kearah kepala korban sebanyak dua kali. 

Sehingga mengakibatkan korban tumbang tidak sadarkan diri dengan bersimbah darah, dan pada korban terdapat luka benjolan sebesar kepalan tangan dan mengeluarkan darah pada kening sebelah kanan.

Serta terdapat luka akibat benda keras dan tumpul pada bagian kepala belakang korban yang juga berdarah. 

Selanjutnya korban langsung dibawa keklinik berobat dokter IDA yg di KM  7. Kemudian dirujuk ke rumah sakit Aulia dan dari RS Aulia dirujuk ke rumah sakit Eka Hospital dan akhirnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan.