Bupati Ajak Orangtua Membacakan Buku ke Anak


riaupotenza.com
Bupati Mursini saat mencanangkan Gerakan Nasional Membacakan Buku (Gernas Baku) terhadap anak usia dini tingkat Kabupaten Kuansing, akhir pekan lalu.

Kuansing (RPZ) - Bupati Kuansing Drs Mursini mengimbau kepada orang tua untuk meluangkan waktu membacakan buku untuk anak sesuai dengan perkembangan anak. 

Demikian disampaikan Bupati saat mencanangkan Gerakan Nasional Membacakan Buku (Gernas Baku) terhadap anak usia dini tingkat Kabupaten Kuansing, akhir pekan lalu.

Hadir pada acara yang dipusatkan di Pendopo Limono Teluk Kuantan tersebut, Sekda Dianto Mampanini, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Azhar Ali, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jupirman, Ketua Himpaudi Kuansing Yuni Warti Halim, Kabag Humas dan Protokoler Muradi dan murid Paud dan TK se Kecamatan Kuantan Tengah.

Bupati Kuansing Mursini menyebutkan, Gernas Baku merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan nasional. Pendidikan anak usia dini, kata Mursini, merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam membangun sumberdaya manusia. "Karena masa usia dini merupakan periode emas bagi perkembangan anak untuk memperoleh pendidikan," katanya. 

Periode tersebut, lanjut Bupati, saat yang paling berharga bagi anak untuk mengenali fakta di lingkungan dan membantu perkembangan kepribadian dan sosial emosional anak.

“Masa emas itu hanya datang satu kali yang dimulai dari usia nol sampai enam tahun, yang sekarang kita sebut pendidikan anak usia dini. Maka janganlah kita sia-siakan masa tersebut,” ujar Mursini. 

Dikatakannya juga, bahwa gernas baku merupakan gerakan mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan peran dan minat baca anak melalui pembiasaan dirumah, di lingkungan pendidikan dan di masyarakat.

Melalui gernas baku diharapkan anak Indonesia akan mau membaca dibandingkan menonton televisi, main game, handphone, atau sejenisnya yang disebut gadget.

“Karena itu saya menghimbau gerakan ini menjadi perhatian masyarakat terutama orang tua," harap nya. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kuansing Jupirman menambahkan begitu pentingnya pendidikan terhadap anak usia dini telah diatur melalui Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab 1 ayat 1 tentang pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah satu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun.

"Kontribusi ayah bunda penting perannya dalam menumbuhkan minat baca anak. Karena dapat mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak-anak dan ini dimulai sejak dini,” ujar Jupirman.

Sementara itu Ketua Himpaudi Kuansing Yuni Warti Halim menambahkan dengan banyak membaca, dapat membuka jendela dunia karena dengan membaca akan memperluas wawasan, meningkatkan daya pikir dan kemampuan seseorang. 

"Karena orang yang banyak membaca ilmunya akan lebih tinggi dan pengetahuannya akan lebih luas, " ujarnya.(cil)