Papi dan Mami Tawarkan Terapis via WeChat


riaupotenza.com

JAKARTA (RPZ) -- Wakil Direktur Kriminal Umum AKBP Ade Ary Syam mengaku telah mengungkap bisnis esek-esek berkedok pijat tradisional di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Dalam kasus ini, ada dua muncikari yang ditangkap. Keduanya adalah H alias A (31) sebagai papi dan M alias R (35) sebagai mami.

“Dalam aksinya, pelaku menjaring calon konsumen dengan menggunakan aplikasi WeChat,” kata Ade di Polda Metro Jaya, Minggu (6/5). Adapun caranya hanya dengan membuka aplikasi WeChat di dekat apartemen. Kemudian bisa mencari orang terdekat.

Setelah itu akan terdeteksi dan dikirimkan pesan langsung ke orang tersebut. Kemudian, setelah disetujui, sang muncikari berkomunikasi menggunakan WhatsApp dan menawarkan foto terapis. "Setelah komunikasi by WhatsApp, disampaikan foto terapis. Harga Rp 500 ribu per satu setengah jam," urai Ade.

Menurut Ade, konsumen lalu ditemui muncikari dan dibawa langsung ke unit apartemen Kalibata City yang telah disiapkan dan menemui terapis di kamarnya. Selain kamar, muncikari juga membekali konsumen dengan alat kontrasepsi. "Di atas (setelah pijat) ditawarkan sama terapis servis yang lebih," kata Ade.

Atas ulahnya kedua muncikari ditangkap dan dijerat dengan Pasal 296 dan Pasal 506 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul dan bekerja sebagai muncikari. (alz/rpz)