Koptan Harapan Bunga Tanjung Stuban ke Sumbar

Tanjung Simandolak Kembangkan Program Tanam IP200


riaupotenza.com
Kelompok Tani (Koptan) Harapan Bunga Tanjung sari Desa Tanjung Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuansing studi banding ke Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat (Sumbar),  akhir pekan lalu. 

KUANSING (RPZ) - - Sebanyak 30 orang dari Kelompok Tani (Koptan) Harapan Bunga Tanjung sari Desa Tanjung Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuansing studi banding ke Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Para peserta studi itu dilepas Kepala Desa Tanjung Simandolak Robinson Saswe didampingi Sekretaris Desa Suwandi Putra dan PPL Dinas Pertanian Kuansing Kecamatan Benai Safri Lubis,  Sabtu (5/5).

Kepala Desa Tanjung Simandolak Robinson Saswe mengatakan studi banding kelompok tani difasilitasi oleh Pemerintah Desa Tanjung Simandolak melalui anggaran dana desa. 

"Studi banding ini hanya satu hari. Kita berharap dengan studi banding ini bisa menambah ilmu khususnya di bidang pertanian padi yang akan kita galakkan di desa kita," katanya. 

Masih kata Robinson, petani Desa Tanjung Simandolak tahun ini mulai mengembangkan program tanam IP 200, yaitu program tanam padi dua kali setahun untuk meningkatkan produksi pangan desa. 

Sementara para petani yang ikut dalam studi banding ini katanya, merupakan peserta aktif yang setiap tahunnya melakukan kegiatan pertanian. Ia berharap dengan studi banding ini akan menambah cakrawala pemahaman para petani seputar praktik-praktik tentang budidaya tanaman padi. 

"Selama ini di desa kita hanya tanam satu kali setahun, tapi tahun ini kita buat dua kali. Makanya kita stuban ke Sumbar untuk meningkatkan pemahaman petani," ujarnya. 

Menurutnya, studi banding merupakan kesempatan sangat berharga. Oleh karena itu, ia meminta para petani dapat memanfaatkan pengetahuan yang didapat guna meningkatkan produktivitas kegiatan pertanian mereka. 

Sementara PPL Dinas Pertanian Kuansing Kecamatan Benai Safri Lubis menyambut baik program Pemdes Tanjung Simandolak. Menurutnya, stuban ini merupakan terobosan Pemdes dalam memberdayakan masyarakat dalam budidaya pertanian padi. 

"Apalagi di Tanjung Simandolak baru pertama kali mengembangkan program tanam IP 200. Maka dengan stuban ini bisa meningkatkan pemahaman petani tentang pertanian padi," katanya. (cil)