Empat Dompeng Dibakar Polisi


riaupotenza.com
Kepolisian komitmen menertibkan PETI dengan cara merusak mesin dan kapal PETI agar tidak bisa digunakan lagi.

KUANSING (RPZ) - Kepolisian Resort Kuansing beserta jajaran terus berkomitmen menertibkan praktik ilegal Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Kali ini penertiban dilakukan di wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik, Rabu (2/5) sekira pukul 15.45 Wib. 

Penertiban tersebut kata Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto dilakukan setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik masih ada praktik ilegal tersebut. 

Mendapat informasi itu, katanya, petugas langsung melakukan patroli di daerah Danau Nopi Desa Bukit Pedusunan Kecamatan Kuantan Mudik. Dalam patroli tersebut, petugas menjumpai ada empat unit kapal Pati yang sedang beraktivitas. 

“Saat kita berusaha melakukan penangkapan, para pekerja berhasil melarikan diri. Sehingga petugas hanya mendapati empat unit kapal PETI,” ungkapnya didampingi Kasubag Humas AKP Lumban Toruan kepada wartawan kemarin.  

Masih kata Kapolres, untuk memberikan efek jera kepada para pelaku, maka dilakukan pengerusakan mesin dan kapal PETI dengan cara dibakar. 

“Pembakaran ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku agar kapal tersebut tak digunakan lagi,” katanya. 

Tidak hanya itu, katanya, pihaknya juga melakukan penyelidikan terhadap pemilik atau donatur PETI. Pasalnya, biasanya yang ditangkap di lapangan hanya para pekerjanya saja. 

“Makanya kita terus akan kembangkan kasus ini untuk menangkap siapa pemiliknya. Kita berharap kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan praktik ilegal tersebut lagi,” harapnya. 

Pasalnya, lanjutnya, praktik ilegal tersebut sangat merusak lingkungan terutama penggunaan air merkuri. Bahkan penggunaan merkuri tersebut bisa merusak ekosistem yang ada di Sungai Kuantan. 

“Kita berharap hal ini menjadi perhatian semua pihak agar tidak lagi melakukan praktik ilegal tersebut,” ungkapnya. (cil)