Remuk Hati Memergoki Istri Bercinta di Dapur


riaupotenza.com

(RPZ) -- Tak ada lagi kata maaf Donwori buat Sephia. Kelakuannya sudah lewat batas dan tak bisa diberi ampun. Saat suaminya banting tulang mencari nafkah di luar rumah, wanita berusia 40 tahun itu malah berbuat serong.

Sephia membawa berondong di rumahnya. Kenyataan itu terungkap setelah terpergok bercumbu di dapur. Hati Donwori,45, hancur bagai butiran debu. Cintanya yang tulus kepada Sephia dibalas dengan pengkhianatan.

Merasa kurang puas dengan suami, Sephia memilih mencari kepuasan pada berondong. "Tak tandur pari, jebul tukule malah suket teki, ( aku tanami padi, yang tumbuh suket teki,Red)," gumannya saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas I, Surabaya.

Donwori menjelaskan, awalnya ia tidak mengendus bau perselingkuhan Sephia. Dia baru tahu saat pulang ke rumah yang jadwalnya tiap Minggu.

Donwori dapat laporan dari tetangga yang curiga melihat ada pria yang rajin main ke rumahnya disaat Donwori tak ada. "Aku dilapori tetangga, dia kok lihat anak umur 20-an bolak balik masuk rumah," ujarnya.

Dapat laporan begitu. Donwori pun nekat untuk memata-matai istrinya. Dia yang biasanya pulang Minggu memilih untuk pulang lebih awal. Tentu saja tanpa memberitahu Sephia sebelumnya.

Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat istrinya bermesraan dengan simpanannya di dapur. "Aduh, lha kok gitu kelakuane tak tinggal," imbuh pria Mulyorejo ini.

Tak terima, Donwori langsung memberi bogem mentah kepada selingkuhan Sephia. Namun bukannya diam, Sephia malah mengamuk selingkuhannya disakiti. "Lah kok kurang asem, sing dilarani sopo sing ngamuk sopo," ujarnya Kesal.

Karena kesal, ucapan talak pun langsung keluar dari mulut Donwori. Ia merasa harga dirinya telah diinjak-injak oleh istrinya sendiri. Tak hanya kecewa, hatinya pun makin teriris setelah mengetahui alasan perselingkuhan Sephia.

"Pas mediasi dia ngaku. Dia sering pingin (melakukan hubungan,Red), tapi aku ne yang gak ada, akhire kecantol brondong yang ia kenal lewat facebook," pungkasnya dengan menahan amarah. (alz/rpz)