Pelaku Ekonomi Kreatif Sambut Baik Pelatihan Kriya Tajaan Dispar Riau


riaupotenza.com
Pelaku ekonomi kreatif yang juga peserta pelatihan Kriya Dispar Riau saat meninjau pelaku ekonomi kreatif masyarakat Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel)

PEKANBARU (RPZ) Pelaku ekonomi kreatif menyambut baik dengan dilaksanakannya kegiatan pembinaan pelaku ekonomi kreatif berbasis media, desain dan iptek, yang digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar Riau) provinsi Riau, pada 18–23 April 2018 lalu. Kegiatan yang diikuti 26 orang peserta dari 12 kabupaten kota se-Provinsi Riau ini dilaksanakan di kota Pekanbaru dan Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurut salah seorang pelaku ekonomi ekonomi kreatif, Sarif Alamsyah, yang juga merupakan peserta dari kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merasa sangat terbantu dengan pelatihan yang dilaksanakan oleh Dispar Riau itu. Menurutnya, di era masyarakat ekonomi asean (MEA) para pelaku ekonomi kreatif harus mengkuti perkembangan informasi terkini, agar bisa menghadapi perubahan yang begitu cepat terutama di bidang iptek.

“Kegiatan ini sangat baik, para peserta yang mengikuti pembinaan ini mendapat ilmu yang tentunya sangat bermanfaat, diantaranya tentang motivasi usaha, pengenalan potensi diri pelaku usaha, pengembangan potensi diri pelaku usaha, Life cycle produk, pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan berorientasi ekspor, prinsip entrepreneur, manajemen usaha yang menyangkut SDM, pembukuan, pemasaran dan produksi,” katanya.

”Selain itu, kami juga dapat lebih memahami tentang seni kerajinan tangan rotan dan anyaman dari narasumber yang berkompeten, sekaligus menggelar pameran hasil karya kami di Banjarmasin Kalimantan selatan,” tambahnya.

Di kota Pasir Pangaraian kabupaten Rokan Hulu nantinya, Syarif, akan mencoba mengaplikasikan dan menyebarkan ilmu yang didapat selama mengikuti pelatihan kepada sesama pelaku ekonomi krearif, hal ini guna memberikan motivasi agar bisa berdampak terhadap peningkatan ekonomi di daerahnya. “Di era milineal ini, kami juga akan mencoba melakukan terobosan memasarkan produk secara digital baik itu melalaui media sosial, situs web, dan e-commerce (transaksi melalui internet, red)  supaya kita tidak ketinggalan” pungkasnya.

 
Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utamanya. Kegiatan ini akan berkembang dan harus didukung dengan keberadaan industri kreatif sebagai landasannnya.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan ekonomi saat ini telah sampai pada taraf ekonomi kreatif, sehingga dihadapkan dengan konsep ekonomi informasi dimana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi itu sendiri.

Kepala Dinas Pariwisata provinsi Riau Fahmizal Usman, Rabu (18/4) lalu, pada saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada acara tersebut, di Pekanbaru mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau ini sebagai upaya memberikan memotivasi bagi para pelaku ekonomi kreatif diprovinsi Riau. "Kegiatan pembinaan yang diselenggarkan saat ini, fokus kepada pemanfaatan teknologi di bidang kriya yang memanfaatkan potensi lokal yaitu rotan dan anyaman, sehingga memiliki kreasi dan nilai jual tersendiri, serta mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar dapat menyerap konsep-konsep kekinian," katanya.

Pada bidang ekonomi kreatif memiliki 16 sub sektor yaitu, aplikasi dan pengembangan permainan,arsitektur, desain Interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan yang terakhir televisi dan radio. (cbc/dre/bbi).