Dispar Riau Bina Pelaku Kuliner Ciptakan Pelayanan Terbaik Untuk Wisatawan

Sambut Wisatawan Dengan Pelayanan Berkesan


riaupotenza.com
Beberapa Peserta Pelaku Usaha Kuliner saat foto bersama pada kegiatan Pembinaan Teknis Tenaga Profesional Pengusaha Kuliner, Rabu (18/4) di Pekanbaru.

Penerapan Sikap Sapta Pesona Dapat Memberikan Kesan Mendalam Bagi Wisatawan

(RPZ) - TAMPA Mengenal waktu, Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Pariwisata Riau, terus gesah dan berjuang kembangkan seluruh sektor pariwisata yang ada di Provinsi Riau. Terutama sektor pariwisata yang bisa memberikan masukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan peluang usaha untuk masyarakat sesuai visi misi Riau dalam meningkatkan perekonomian melalui pariwisata.

Sesuai upaya maksimal yang terus dilakukan Pemprov Riau, saat ini pertumbuhan sektor pariwisata di negeri yang dijuluki Bumi Lancang Kuning ini terus menunjukan perkembangan pesat yang juga sudah menjadi tujuan prioritas bagi wisatawan dari berbagai kalangan. Hal itu juga tidak dari pelayanan baik yang selama ini diberikan pemerintah maupun masyarakat yang ada diseluruh Riau.

Adapun pelayanan baik yang diberikan untuk wisatawan itu, salah satunya terkait kuliner yang juga merupakan salah satu kunci untuk bisa membuat wisatawan terkesan saat berkunjung ke Riau. Hal itu terlihat dari berbagai jenis ragam makanan dan minuman di restoran, rumah makan dan Cafe yang ada di Riau yang selama ini juga mulai di kenal oleh wisatawan.

Guna mendorong pelayanan tersebut bisa terus ditingkatkan pada yang lebih baik dan maksimal lagi, Dispar Riau
Kembali membuat berbagai program terkait kuliner ini, salah satunya mengasah kemampuan SDM untuk lebih profesional. Khususnya pada pelaku usaha kuliner yang diberikan pembinaan atau pelatihan khusus secara teknis.

Untuk pembinaan tenaga profesional ini, Dispar Riau juga menghadirkan Kepala bidang pengembangan masyarakat pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dra Ambar Rukmi MPd, dan pengelola desa wisata Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sugeng Handoko, serta Ketua kadin kota Pekanbaru, Yuyun Hidayat, yang diikuti sebanyak 30 pelaku usaha kuliner dari seluruh Kabupaten kota yang di Riau.

Pembinaan yang dilaksanakan di Pekanbaru, Rabu (18/4) tersebut, dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, diwakili Kepala Bidang (Kabid) SDP, Yul Achyar. Dalam sambutannya mengatakan kegiatan pelatihan teknis tenaga profesional pada usaha jasa makan dan minum, dilaksanakan agar terciptanya pelayanan yang baik dan memuaskan dalam hal kualitas rasa makanan , hygines, serta penerapan sikap sapta pesona kepada konsumen agar dapat memberikan kesan yang mendalam kepada wisatawan.

“Berbicara mengenai pariwisata tidak bisa kita lepaskan dengan jasa usaha makanan dan minuman atau yang biasa kita sebut dengan istilah kuliner, sebab wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah pasti memerlukan makan dan minum untuk kebutuhan energinya, disini peluang kita untuk membantu meningkatkan ekonomi daerah dari aktivitas belanja yang dilakukan wisatawan sehingga mampu membanti meningkatkan PAD,” katanya.

Dijelaskannya, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, ada terdapat 13 bidang usaha pariwisata yaitu, daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi, penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, pameran, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta dan usaha spa.

“Seluruh bidang usaha pariwisata tersebut harus memiliki standar usaha yang wajib diterapkan oleh usaha pariwisata yang di dalamnya mencakup aspek produk, pelayanan dan pengelolaan. Untuk itu langkah penting yang mesti dilakukan dalam menggali dan mendukung serta mengembangkan berbagai potensi kepariwisataan di Indonesia khususnya di Provinsi Riau, adalah bagaimana upaya kita bersama-sama meningkatkan segala potensi dan aspek pendukung lainnya terutama sumber daya manusianya, sebab yang terpenting dalam pengembangan pariwisata adalah tingginya kualitas SDM itu sendiri,” tambahnya.

Pergerakan perekonomian masyarakat dapat dilihat dari aktivitas perdagangan yang muncul disekitar lokasi wisata, dan lapangan pekerjaan yang tercipta. Selain itu, perkembangan sosial, pengetahuan, serta teknologi masyarakat sekitar destinasi dapat terjadi seiring dengan dinamisnya pergerakan keluar masuknya pengunjung yang datang ke Provinsi Riau, dengan meningkatnya aktivitas kepariwisataan di suatu daerah diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya. (cbc/dre/bbi).